Media Kampung – Persipura Jayapura menerima sanksi bertanding tanpa kehadiran suporter di stadion selama satu musim dari Komite Disiplin PSSI. Hukuman ini dijatuhkan menyusul kerusuhan yang terjadi saat pertandingan play-off melawan Adhyaksa FC di Stadion Lukas Enembe.
Dalam laga tersebut, Persipura kalah 0-1 dan gagal promosi ke Super League. Kekalahan ini memicu kemarahan suporter yang menyerbu lapangan dan menyebabkan kerusakan serius, termasuk pembakaran sejumlah kendaraan di sekitar stadion. Kerusuhan tersebut menjadi alasan utama Komite Disiplin PSSI menjatuhkan sanksi tanpa penonton untuk laga kandang Persipura pada musim 2026/2027.
Keputusan ini tertuang dalam Surat Keputusan Komite Disiplin PSSI Nomor 246 yang dikeluarkan pada 13 Mei 2026. Sanksi tersebut berlaku efektif untuk ajang Championship musim mendatang dan bertujuan menjaga keamanan serta ketertiban dalam pertandingan sepak bola.
Menanggapi keputusan ini, Persipura menyatakan menghormati aturan yang berlaku dan menegaskan pentingnya disiplin serta kepatuhan terhadap regulasi FIFA dan PSSI dalam membangun sepak bola Indonesia yang lebih profesional. Klub menilai edukasi suporter menjadi kunci utama untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.
Persipura menekankan pentingnya pendekatan berkelanjutan melalui komunikasi intensif dan sosialisasi kepada para pendukung agar mereka memahami tanggung jawab moral saat mendukung tim. “Budaya disiplin dalam sepak bola tidak cukup dibangun hanya melalui hukuman, tetapi juga melalui pembinaan, komunikasi, dan rasa tanggung jawab bersama,” ujar pernyataan resmi klub.
Klub juga mengajak PSSI untuk bersama-sama mengawasi dan mendampingi suporter melalui program edukasi, workshop, dan forum komunikasi yang rutin. Sinergi ini dianggap sebagai langkah positif untuk menciptakan atmosfer pertandingan yang aman, tertib, dan mencerminkan semangat sepak bola Indonesia yang sehat.
Persipura berharap insiden ini menjadi momentum evaluasi bagi semua pihak terkait agar sepak bola Indonesia terus berkembang dengan kedewasaan dan profesionalisme. Manajemen klub percaya bahwa dengan koordinasi yang lebih baik dan rasa tanggung jawab bersama, atmosfer sepak bola yang lebih kondusif dapat terwujud.
Hukuman tanpa penonton ini menjadi tantangan bagi Persipura untuk meningkatkan pengelolaan suporter dan menjaga suasana pertandingan tetap aman. Klub berkomitmen untuk berperan aktif dalam upaya pembinaan suporter agar kejadian seperti kerusuhan tidak terulang di masa depan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan