Media Kampung – Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, menegaskan pentingnya menjaga konsentrasi timnya saat menghadapi Persik Kediri pada pekan terakhir Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (23/5/2026).

Meskipun Persebaya dalam performa positif setelah menang besar 7-0 atas Semen Padang, Tavares mengingatkan bahwa Persik tetap menjadi lawan yang tangguh dan tidak bisa diremehkan. Ia menyebut bahwa kekuatan Persik tidak hanya terletak pada pemain asing, tetapi juga di lini pemain lokalnya.

Pelatih asal Belanda ini mengungkapkan bahwa pada pertemuan pertama di putaran awal, Persebaya sempat kesulitan menghadapi Persik yang bermain dengan pola serangan cepat. Saat itu, kedua tim bermain imbang 1-1 di Kediri.

Tavares menjelaskan bahwa Persik mengandalkan transisi ofensif yang cepat dan memanfaatkan umpan silang, dengan strategi kombinasi umpan pendek yang sangat cepat, bukan hanya umpan panjang.

Dari sisi klasemen, Persebaya memang lebih diunggulkan dengan posisi kelima, sementara Persik berada di posisi 12. Persik juga datang dengan modal kekalahan 1-3 dari Persija Jakarta pada laga terakhir mereka. Namun, Tavares menekankan bahwa kondisi itu tidak boleh membuat pemainnya lengah.

“Jika kami berpikir pertandingan ini mudah, itu artinya kami sudah mulai kalah. Kami harus tetap menghormati lawan dan memberikan yang terbaik,” tegas Tavares usai sesi latihan di Lapangan ABC Kompleks Stadion GBT, Rabu (20/5/2026).

Laga ini sangat menentukan posisi akhir Persebaya di klasemen. Dengan kemenangan, Persebaya berpeluang mengamankan posisi keempat dengan total 58 poin, sekaligus menutup musim dengan hasil positif.

Bernardo Tavares juga berharap dukungan penuh dari para suporter Bonek dan Bonita yang akan hadir di GBT untuk membantu timnya meraih kemenangan penting tersebut.

“Kami sadar kalau menang, kami bisa finis di posisi empat. Itu sangat penting untuk menutup musim dengan tiga poin,” tutupnya.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.