Media Kampung – Real Zaragoza resmi mengakhiri kerja sama dengan pelatih Joan Plaza setelah hanya tiga bulan menangani tim. Pengumuman ini disampaikan klub usai kekalahan telak dari BAXI Manresa yang memperburuk posisi Zaragoza di klasemen Liga Endesa Spanyol.

Kekalahan dalam pertandingan pekan ke-32 di Pavello Nou Congost membuat Zaragoza menorehkan rekor 9 menang dan 22 kalah, sehingga mereka kini berada tepat di atas zona degradasi, bersaing ketat dengan MoraBanc Andorra. Dengan hanya tersisa tiga pertandingan musim reguler, manajemen klub menunjuk asisten pelatih Gonzalo Garcia de Vitoria untuk menggantikan Plaza secara langsung.

Gonzalo yang berusia 55 tahun akan dibantu oleh Rodrigo San Miguel dan Jorge Serna sebagai asisten pelatih dalam upaya menyelamatkan Zaragoza dari degradasi. Tim tersebut akan menjalani laga berat dengan dua pertandingan kandang melawan UCAM Murcia dan Valencia, sebelum bertandang ke markas Rio Breogan pada pertandingan terakhir yang sangat menentukan.

Joan Plaza diangkat sebagai pelatih pada Februari lalu dengan harapan mampu menstabilkan performa tim setelah tersingkir dari FIBA Europe Cup. Namun, pelatih asal Catalan ini gagal membalikkan keadaan dengan catatan hanya tiga kemenangan dari 12 pertandingan Liga Endesa yang dijalani selama masa jabatannya.

Plaza membawa pengalaman luas hampir dua dekade di level tertinggi Eropa, pernah menukangi klub besar seperti Real Madrid, Zalgiris, Unicaja, Zenit, dan AEK. Meski demikian, hasil kurang memuaskan selama masa singkat bersama Zaragoza akhirnya memaksa klub mengambil langkah tegas demi masa depan kompetitif mereka.

Keputusan pemecatan ini juga diumumkan secara resmi oleh manajemen klub melalui akun media sosial resmi Casademont Zaragoza, yang menyatakan bahwa Gonzalo Garcia de Vitoria akan segera menjalankan tugas sebagai pelatih kepala. Besok pagi, sekretaris teknis Pedro Llompart dan Gonzalo akan menggelar konferensi pers untuk menjelaskan situasi lebih lanjut.

Kondisi Real Zaragoza saat ini tengah menghadapi tekanan besar dalam upaya bertahan di Liga Endesa. Dengan jadwal pertandingan yang menantang di sisa musim, peran pelatih baru menjadi krusial dalam menentukan nasib klub di kompetisi musim ini.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.