Media KampungChina kembali mengukir juara Thomas Cup 2026 setelah mengalahkan Perancis di final di Horsens, Denmark, menandai pertahanan gelar pertama sejak 2022.

Pertandingan puncak digelar pada Minggu, 3 Mei 2026, di Forum Horsens, menampilkan konfrontasi antara tim putra China dan Perancis yang sama-sama mengandalkan kekuatan tunggal putra.

Shi Yu Qi membuka laga dengan mengalahkan Christo Popov, pemain peringkat empat dunia, dalam pertandingan tunggal pertama yang berlangsung hampir satu setengah jam.

Kemenangan Shi Yu Qi memberi China keunggulan awal, namun pertandingan tetap berlangsung ketat karena Perancis menekan pada fase kedua dan ketiga.

Berbekal peringkat tertinggi pada tiga posisi tunggal putra, China berhasil menambah dua poin penting melalui kemenangan di tunggal kedua dan ketiga, sehingga menutup skor dengan tiga kemenangan sekaligus.

Dua pertandingan ganda dijadwalkan di bagian akhir karena aturan jeda bagi pemain rangkap, namun hasil akhir tidak memengaruhi kemenangan China yang sudah terkunci.

Perisai tunggal putra Perancis retak sejak partai pembuka setelah Shi Yu Qi memaksa Christo Popov bermain defensif, menandai titik balik strategis bagi tim China.

Keberhasilan China mencatatkan catatan tak terkalahkan sejak 2022, menegaskan dominasi tim bulu tangkis tersebut di level beregu internasional.

Sementara itu, Indonesia berada di posisi dekat rekor dengan performa solid selama turnamen, meski tidak berhasil menembus final.

Informasi ini diverifikasi secara administratif dan faktual oleh mediakampung.com, yang menegaskan keabsahan data hasil pertandingan.

Thomas Cup sendiri merupakan turnamen beregu putra paling prestisius dalam bulu tangkis, dengan sejarah kompetisi sejak 1949 dan menjadi ajang pembuktian kekuatan tim nasional.

Kemenangan ini memberikan China kepercayaan diri menjelang edisi berikutnya, sementara Perancis harus mengevaluasi strategi tunggalnya untuk menutup kesenjangan.

Para pemain China, terutama Shi Yu Qi, menegaskan tekad untuk mempertahankan standar tinggi dan menyambut tantangan baru di masa depan.

Dengan dukungan penggemar dan federasi, China siap melanjutkan dominasinya di ajang internasional lainnya.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.