Media KampungMaula Saya membuka kejuaraan junior internasional DETEC International Junior Championship 2026 di Sukoharjo dengan kemenangan meyakinkan. Petenis putri berusia 14 tahun itu berhasil menaklukkan Getsa Zainine dua set langsung dengan skor 6-2 dan 6-1 pada laga perdana babak grup.

Turnamen yang berlangsung di Sukoharjo, Jawa Tengah, ini menerapkan format kompetisi baru dari International Tennis Federation (ITF) yang menggantikan babak eliminasi dengan sistem penyisihan grup. Setiap grup diisi empat petenis yang bersaing ketat selama tiga hari untuk memperebutkan tiket ke babak perempat final. Format ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah pertandingan kompetitif bagi para atlet junior.

Maula Saya, siswi SMP Al-Azhar Serang yang menjadi unggulan kelima tunggal putri, menyambut baik perubahan ini. Ia menyebut bahwa format baru menuntut persiapan fisik lebih matang karena potensi harus bermain tiga kali dalam sehari, terutama dengan kondisi cuaca panas di Sukoharjo. “Poin juga didapat asal menang sekali dalam grup. Jadi, harus jaga energi, apalagi panas di sini sangat terasa,” ujar Maula.

Pengalaman Maula dalam format baru ini sudah dia dapatkan sebelumnya saat berlaga di turnamen di Singapura. Dalam pertandingan melawan Getsa Zainine, Maula mengandalkan servis yang kuat dan variasi teknik seperti backhand, dropshot, dan slice yang konsisten. “Serve saya lagi bagus, lawan kesulitan mengembalikan bola. Semangat juga tetap terjaga,” tambahnya.

Kejuaraan ini menjadi pionir penerapan sistem grup internasional di Indonesia dan diikuti oleh banyak petenis junior dari berbagai negara. Sistem yang diterapkan juga dianggap lebih efisien dari segi biaya karena tarif pendaftaran tetap US$30 meskipun jumlah pertandingan meningkat. Matt Byford, Direktur Eksekutif Tenis Junior, Veteran, dan Pantai ITF, memberikan pandangan positif mengenai format baru ini. Menurutnya, akses yang lebih adil dan lebih banyak pertandingan dapat mempercepat pencapaian cita-cita para petenis muda.

Jadwal pertandingan berikutnya bagi Maula Saya adalah melawan Joycelin Mangunsong, pemegang wild card, pada Selasa, 26 Mei 2026 di Stadion Tenis Gelora Merdeka. Laga ini menjadi penentu penting dalam lanjutan babak grup E kejuaraan DETEC Grup J30 Sukoharjo.

Dengan performa yang stabil dan adaptasi baik terhadap format baru, Maula Saya berpotensi melaju jauh dalam turnamen ini. Keberhasilan pada laga perdana ini tentu menjadi modal penting bagi petenis muda tersebut dalam meraih hasil optimal di babak selanjutnya.

Kejuaraan DETEC International Junior Championship 2026 di Sukoharjo tidak hanya memberikan pengalaman bertanding yang lebih banyak bagi atlet junior, tetapi juga membuka peluang bagi mereka untuk meningkatkan kualitas dan daya saing di kancah internasional. Sistem baru ini diharapkan dapat menjadi model kompetisi yang diterapkan secara luas di masa depan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.