Media Kampung, Subang – Sule, selebriti sekaligus pengelola tempat wisata Prikitiew Land di Subang, Jawa Barat, menetapkan harga tiket masuk yang sangat terjangkau. Tiket masuk ke Prikitiew Land hanya dibanderol sebesar Rp18.000, dengan kebijakan yang membebaskan pengunjung membawa makanan dan minuman sendiri.
Prikitiew Land merupakan destinasi wisata dengan lahan yang luas, sekitar lebih dari 5 hektar, yang menyediakan ruang piknik dan berbagai fasilitas menarik bagi pengunjung. Bahkan, pengunjung diperbolehkan membawa tikar panjang, kompor, hingga galon air tanpa dikenakan biaya tambahan. Kebebasan ini memberikan kemudahan bagi masyarakat, khususnya dari kalangan lokal, untuk menikmati wisata tanpa beban biaya besar.
Harga Terjangkau dan Kebijakan Ramah Pengunjung
Sule menjelaskan bahwa meskipun pengunjung membawa bekal sendiri, mereka tetap bisa membeli makanan dan minuman dari pedagang di lokasi. Hal ini diyakini Sule sebagai bagian dari rezeki yang sudah diatur, sehingga tempat wisata ini tetap menguntungkan secara ekonomi.
Untuk fasilitas tambahan seperti kolam renang dan perahu gowes, pengunjung dikenakan tarif tambahan yang juga terjangkau, yaitu Rp10.000. Dengan harga tersebut, pengunjung bisa menikmati fasilitas tanpa harus merasa terbebani secara finansial.
Latar Belakang Prikitiew Land
Awalnya, tempat wisata ini dikenal dengan nama Taman Anggur Kukulu dan merupakan milik teman Sule bernama Oni. Sule sempat berinvestasi sekitar Rp2 miliar, namun karena masalah investasi, ia mengambil alih dan mengembangkan kembali tempat tersebut dengan nama baru, Prikitiew Land.
Pengembangan yang dilakukan Sule tidak hanya fokus pada fasilitas, tetapi juga pada konsep wisata yang inklusif dan ramah bagi berbagai kalangan masyarakat. Dengan harga tiket yang terjangkau dan kebijakan yang fleksibel, Prikitiew Land berupaya menjadi destinasi wisata yang mudah diakses oleh masyarakat luas.
Manfaat dan Dampak bagi Masyarakat
Kebijakan harga yang bersahabat ini memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk menikmati wisata tanpa harus khawatir soal biaya tinggi. Selain itu, kehadiran pedagang makanan dan minuman di lokasi juga membuka peluang ekonomi bagi pelaku usaha lokal.
Prikitiew Land menjadi contoh bagaimana pengelolaan tempat wisata dapat mengedepankan nilai sosial dan ekonomi secara seimbang, sehingga wisata tidak hanya menjadi sumber hiburan, tetapi juga mendorong pemberdayaan masyarakat sekitar.















Tinggalkan Balasan