Media Kampung – IBM baru saja mengumumkan terobosan besar di dunia semikonduktor: teknologi chip sub-1 nm dengan ukuran transistor 0,7 nm atau 7 angstrom. Klaim ini menjanjikan kepadatan transistor yang luar biasa, mencapai hampir 100 miliar transistor dalam satu chip seukuran kuku jari. Namun, di tengah harga GPU AMD dan Nvidia yang saat ini sudah sulit dijangkau banyak konsumen, muncul pertanyaan mendasar: mampukah teknologi ini diproduksi dengan biaya yang wajar?
GPU terkini dari AMD dan Nvidia, seperti seri Radeon RX 7000 dan GeForce RTX 40, dibangun di atas silikon 4 nm milik TSMC. Harganya sudah membuat banyak orang berpikir dua kali. TSMC sendiri telah mengindikasikan akan menaikkan harga yang dibebankan kepada perancang chip. Dalam konteks inilah kabar tentang IBM menjadi sangat menarik sekaligus mencemaskan.
Apa Itu Teknologi Sub-1 nm IBM?
IBM mengklaim telah menciptakan arsitektur transistor revolusioner bernama nanostack. Berbeda dengan transistor nanosheet konvensional yang saat ini menjadi andalan industri, nanostack menyusun transistor secara vertikal dan bertingkat. Desain tiga dimensi ini memungkinkan integrasi material yang berbeda di setiap lapisan, sehingga performa dan efisiensi daya setiap transistor dapat dioptimalkan secara independen.
Menurut IBM, pendekatan ini merupakan lompatan besar dari teknologi nanosheet yang sebelumnya juga diciptakan oleh IBM. Mereka menyebutnya sebagai desain tiga dimensi pertama di industri yang menggunakan nanosheet bertumpuk.
Perbandingan dengan Node TSMC dan Intel
Membandingkan node dari berbagai fabrikator seperti TSMC, Intel, dan IBM bukanlah perkara sederhana. Nama node seperti N3 (TSMC) atau 18A (Intel) kini lebih sering dianggap sebagai istilah pemasaran ketimbang spesifikasi teknis yang presisi. Meski begitu, untuk memberi gambaran: TSMC saat ini memproduksi chip dengan node N3 (3 nm) yang bisa dibeli konsumen, sementara Intel sudah menjual prosesor Panther Lake yang sebagian dibuat dengan node 18A (1,8 nm).
Sebagian analis menilai kepadatan transistor TSMC N3 setara atau bahkan lebih baik dari Intel 18A. TSMC juga sedang bersiap memproduksi node N2 yang lebih canggih, sedangkan Intel masih mengembangkan node 14A. Dalam konteks ini, klaim IBM di level 0,7 nm jelas menempatkannya di garis depan, setidaknya secara teoretis.
Pertanyaan Biaya: Akankah Chip Ini Terjangkau?
Semakin kecil ukuran transistor, semakin kompleks dan mahal proses produksinya. Hukum Moore sebenarnya tidak hanya bicara tentang kepadatan transistor, tetapi juga tentang biaya per transistor. Jika biaya produksi melonjak drastis, maka chip canggih hanya akan menjadi barang mewah yang tidak terjangkau oleh kebanyakan orang.
IBM sendiri belum mengungkapkan berapa perkiraan biaya produksi jika teknologi ini diadopsi oleh TSMC atau Intel. Tanpa informasi tersebut, sulit untuk menilai apakah terobosan ini akan benar-benar membawa manfaat bagi konsumen atau hanya menjadi pameran teknologi semata.
Pada akhirnya, masa depan chip sub-1 nm IBM bergantung pada satu hal: apakah teknologi ini bisa diproduksi secara massal dengan biaya yang masuk akal. Jika tidak, kita mungkin akan menyaksikan chip yang luar biasa canggih, namun hanya segelintir orang yang mampu membelinya.
Artikel ini telah ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Media Kampung.





Tinggalkan Balasan