Media Kampung – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong para peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan LXVI untuk menjadi pemimpin yang transformatif, kolaboratif, dan solutif. Hal ini disampaikan saat menerima peserta PKN di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, pada Minggu, 28 Juni 2026.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI ini diikuti oleh pejabat pimpinan tinggi dari berbagai kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah. Menurut Khofifah, peserta PKN Tingkat I merupakan calon pemimpin strategis bangsa yang akan memegang tanggung jawab besar di berbagai institusi.

“Peserta PKN I Angkatan LXVI bukan sembarang orang. Ada calon jenderal, calon menteri, bahkan calon sekda,” ujar Khofifah dalam siaran pers yang diterima di Surabaya, Minggu.

Ia menegaskan bahwa pemimpin harus menjadi agen perubahan yang mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan masyarakat. Dalam paparannya, Khofifah mencontohkan mantan Presiden Iran Mohammad Khatami sebagai sosok pemimpin transformatif. Menurutnya, perubahan dapat dibangun melalui pendekatan persuasif dan transformasi cara berpikir masyarakat.

“Mereka yang mampu menemukan jalan perubahan di tengah keterbatasan. Ketika regulasi sulit ditembus, dibutuhkan pendekatan yang mampu membangun kesadaran dan perspektif baru di masyarakat,” ucapnya menegaskan.

Deputi Bidang Penyelenggaraan Pengembangan Kapasitas ASN LAN RI Tri Widodo Wahyu Utomo mengapresiasi komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mengembangkan kompetensi aparatur sipil negara. Menurutnya, komitmen tersebut turut mendorong prestasi peserta PKN asal Jawa Timur.

“Ibu Gubernur Khofifah memiliki kepedulian dan komitmen luar biasa terhadap pengembangan kapasitas ASN,” ujar Tri. Ia menambahkan bahwa peserta PKN asal Jawa Timur kerap mendominasi lima besar, sebagai bukti kesungguhan dan dukungan pemerintah provinsi terhadap pengembangan kapasitas pimpinan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.