Media Kampung – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memastikan proyek Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) atau penataan kabel bawah tanah di ibu kota akan segera dilanjutkan. Langkah ini diambil setelah payung hukum proyek tersebut rampung.

Pramono mengungkapkan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah bertemu dengan pihak kontraktor untuk mengeksekusi pengerjaan utilitas ini. Ia menegaskan, pemindahan kabel udara yang menjuntai ke dalam tanah sudah waktunya dilakukan.

“Kami kemarin juga sebenarnya menerima kontraktor untuk SJUT karena memang sekarang ini sudah waktunya untuk dilanjutkan,” kata Pramono usai acara puncak perayaan HUT ke-499 DKI Jakarta di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Sabtu (27/6) malam.

Pramono menjelaskan, percepatan eksekusi proyek tersebut kini dapat dilakukan karena telah memiliki landasan hukum yang kuat. Ia menegaskan, pemindahan kabel-kabel yang menjuntai ke bawah tanah telah menjadi salah satu fokus utama pemerintahannya bersama Wakil Gubernur Rano Karno.

“Dulu enggak ada payung hukumnya, sekarang payung hukum Perdanya sudah ada, Pergub-nya juga kita tindak lanjuti sehingga kita akan segera mulai di berbagai tempat supaya kabel-kabel ini bisa dimasukkan ke dalam. Itu menjadi hal prioritas bagi saya dan Bang Doel,” tegasnya.

Percepatan proyek ini sekaligus merespons insiden nahas yang belum lama ini memakan korban jiwa akibat kabel udara yang menjuntai. Sebelumnya, seorang siswi kelas X SMAN 6 Jakarta berinisial NAEP (16) tewas dalam kecelakaan di kawasan Jalan Losari, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Kamis (18/6) pagi. Kecelakaan tersebut bermula saat bagian setang kanan sepeda motor yang ditumpangi korban tersangkut kabel yang menjuntai di jalanan. Pengendara motor kehilangan kendali dan terjatuh, sementara korban terpental ke sisi kiri jalan dan terlindas oleh bus sekolah yang melintas.

Dengan adanya kepastian kelanjutan proyek SJUT, diharapkan risiko serupa dapat diminimalkan dan wajah Jakarta semakin rapi.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.