Media Kampung – Presiden Prabowo Subianto memanggil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Brian Yuliarto ke Istana Negara, Jakarta, pada Senin (23/6/2026). Pertemuan tersebut membahas peluang kerja sama antara Indonesia dan Imperial College London, salah satu universitas riset publik paling bergengsi di dunia.

Brian Yuliarto tiba di kompleks Istana sekitar pukul 14.00 WIB dengan mengenakan kemeja putih dan celana hitam. Ia mengungkapkan bahwa kedatangannya kali ini untuk mengantarkan profesor dari Imperial College London bertemu dengan Presiden. “Ada mengantar profesor dari Imperial College, terkait kerja sama Indonesia dengan Imperial College,” ujar Brian kepada wartawan di lokasi.

Meski demikian, Brian belum merinci lebih lanjut mengenai agenda spesifik yang akan dibahas dalam pertemuan tersebut. Hingga berita ini diturunkan, pertemuan antara Presiden Prabowo, Mendikti Saintek, dan perwakilan Imperial College masih berlangsung di Istana Negara.

Imperial College London merupakan universitas riset publik elite yang berbasis di London, Inggris. Reputasinya setara dengan University of Oxford dan University of Cambridge di Inggris, serta Massachusetts Institute of Technology (MIT) dan Harvard University di Amerika Serikat. Kerja sama dengan institusi sekelas Imperial College dinilai dapat mendongkrak kualitas riset dan pendidikan tinggi di Indonesia.

Langkah ini sejalan dengan prioritas pemerintah di bidang pendidikan dan riset untuk memperkuat kemitraan internasional. Kehadiran profesor Imperial College di Istana menandakan adanya keseriusan dalam menjajaki kolaborasi strategis, baik dalam bidang pertukaran akademik, penelitian bersama, maupun pengembangan sumber daya manusia.

Publik dan kalangan akademisi menantikan hasil konkret dari pertemuan ini, mengingat potensi besar yang dimiliki Imperial College dalam berbagai disiplin ilmu, terutama sains, teknologi, teknik, dan kedokteran.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.