Media Kampung – Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) bersama Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) akan menggelar aksi demonstrasi di Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada Jumat, 12 Juni 2026. Aksi ini dimulai pukul 10.00 WIB dan diawali dengan Salat Jumat bersama. Ketua BEM UI, Yatalathof Ma’shum Imawan, menyampaikan permohonan maaf kepada warga Jakarta atas potensi kemacetan yang mungkin terjadi, namun menegaskan bahwa kemacetan lalu lintas hanya berlangsung beberapa jam, sementara kemacetan mobilitas sosial dan ekonomi telah berlangsung puluhan tahun.
Dalam aksi ini, mahasiswa membawa lima tuntutan utama, yaitu penurunan harga BBM dan kebutuhan pokok, penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih, penghentian militerisme di ranah sipil, serta mendesak Presiden Prabowo untuk mengakui kesalahan pemerintah. Athof mengkritik kondisi ekonomi yang hanya tumbuh di atas kertas, sementara harga beras naik, lapangan kerja menyempit, dan rakyat terbebani pajak.
BEM UI mengundang seluruh elemen masyarakat, termasuk mahasiswa, buruh, guru, pedagang, dan ibu rumah tangga, untuk bergabung dalam aksi tersebut. Jumlah massa yang akan hadir masih dibahas dalam rapat teknis lapangan pada malam sebelumnya.
Sementara itu, BEM SI wilayah Jawa Tengah memberikan ultimatum 18 hari kepada pemerintah untuk memperbaiki nilai tukar rupiah dan kondisi ekonomi nasional. Jika tuntutan tidak dipenuhi, mereka mengancam akan melakukan aksi demonstrasi besar-besaran yang disebut ‘Reformasi Jilid II’. Menanggapi hal ini, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), M. Herindra, mengimbau masyarakat untuk menjaga persatuan dan kesatuan serta stabilitas nasional demi menghindari dampak negatif bagi negara.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan