Media Kampung – Republika jurnalis kembali ke Indonesia setelah dibebaskan militer Israel, menandai akhir penahanan yang memicu perhatian global. Kedatangan mereka dijadwalkan pada Minggu, 24 Mei 2026, di Bandara Soekarno‑Hatta.
Dua wartawan Republika, Bambang Noroyono yang akrab dipanggil Abeng dan Thoudy Badai, merupakan bagian dari sembilan warga negara Indonesia yang ikut dalam Global Sumud Flotilla. Mereka bersama enam relawan lainnya berada di Turki ketika insiden penangkapan terjadi.
Penangkapan berlangsung pada Kamis, 21 Mei 2026, ketika pasukan militer Israel menahan mereka di wilayah yang dipertikaikan. Selama tiga hari, kedua jurnalis mengalami tindakan keras, termasuk pukulan, tendangan, serta memar di tangan, punggung, dan kaki.
Pada hari yang sama, Konsul Jenderal Republik Indonesia di Istanbul, Darianto, menerima kabar pembebasan dan langsung menjemput Bambang serta Badai. Mereka diberikan perawatan medis pertama di Istanbul sebelum dipindahkan ke hotel untuk istirahat.
Stevy Maradona, Wakil Pemimpin Redaksi Republika, menyampaikan kondisi kesehatan jurnalis tersebut. \”Baru dikasih tahu sehat walau ikut dianiayam dipukul dan ditendang, ada memar di tangan, punggung, dan kaki. Bukan hanya dari Republika saja tetapi relawan lain bahkan jurnalis Tempo Andi, diestrum kakinya,\”, ujarnya dalam wawancara dengan RRI Pro3.
Jadwal penerbangan memperkirakan rombongan akan mendarat antara pukul 15.00 dan 15.30 WIB. Sesampainya di tanah air, mereka akan disambut oleh perwakilan Kementerian Luar Negeri, yang akan memastikan proses administrasi dan keamanan berjalan lancar.
Selain Bambang dan Badai, tujuh warga Indonesia lainnya yang ikut dalam Global Sumud Flotilla juga akan tiba bersamaan. Mereka semua menunggu proses imigrasi dan penanganan lanjutan di Jakarta.
Kehadiran mereka di Indonesia menjadi simbol solidaritas media terhadap tekanan yang dihadapi wartawan di zona konflik. Republika menegaskan komitmennya untuk terus melaporkan fakta tanpa takut intimidasi.
Saat ini, kedua jurnalis sudah berada di wilayah Indonesia dan tengah menjalani pemeriksaan medis lanjutan. Republika berjanji akan memberikan dukungan penuh untuk pemulihan mereka dan melanjutkan tugas jurnalistik yang tertunda.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan