Media Kampung – Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengaku terkejut setelah mengetahui bahwa Jakarta masuk dalam lima besar provinsi dengan kasus Tuberkulosis (TBC) tertinggi di Indonesia. Pernyataan itu disampaikannya saat menghadiri Deklarasi Open Defecation Free (ODF) di RW 12 Kelurahan Tomang, Jakarta Barat, pada Senin, 29 Juni 2026.

Informasi tersebut diperoleh Rano saat mengikuti pengarahan dari Presiden Prabowo Subianto, mewakili Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. “Ketika saya diundang, kita dipanggil oleh Presiden, saya mewakili Bapak Gubernur diundang mendapat arahan dari Bapak Presiden, saya cukup terkejut. Jakarta ini masuk provinsi nomor 5 di antara 8 provinsi yang mempunyai penyakit TBC tertinggi di Indonesia,” kata Rano.

Menurut Rano, tingginya angka TBC di Jakarta erat kaitannya dengan persoalan sanitasi dan kondisi lingkungan permukiman. Ia mengungkapkan bahwa masih ada wilayah di Jakarta yang memiliki permukiman padat, minim cahaya matahari, dan sanitasi buruk. “Di Jakarta ini ada beberapa wilayah—saya khawatir pun mungkin di sini ada wilayah—yang tidak pernah terkena matahari. Gang sempit, gelap gulita, rumah tanpa jendela, ada di Jakarta,” ucapnya.

Rano menegaskan bahwa perbaikan sanitasi dan lingkungan harus terus diprioritaskan untuk menekan angka TBC. “Pelan-pelan mari kita perbaiki,” ajaknya. Pernyataan ini menjadi pengingat bahwa masalah kesehatan masyarakat tidak bisa dilepaskan dari kondisi lingkungan tempat tinggal warga.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.