Media KampungHari Kebangkitan Nasional diperingati setiap 20 Mei sebagai momen penting dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Penetapan tanggal ini didasarkan pada Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959 yang mengukuhkan Hari Kebangkitan Nasional sebagai simbol semangat persatuan dan perjuangan menuju kemerdekaan.

Peringatan ini berakar dari pendirian organisasi Boedi Oetomo pada 20 Mei 1908 di Jakarta. Organisasi ini didirikan oleh para mahasiswa sekolah kedokteran STOVIA dan tokoh seperti dr. Soetomo serta dr. Wahidin Sudirohusodo. Boedi Oetomo menjadi tonggak awal nasionalisme modern karena berhasil menggerakkan kesadaran kolektif akan pentingnya persatuan bangsa, peningkatan kesejahteraan, dan cita-cita kemerdekaan yang menyeluruh.

Sebelum kemunculan Boedi Oetomo, perlawanan terhadap penjajahan Belanda masih terbatas pada wilayah tertentu dan belum terorganisir secara nasional. Melalui organisasi ini, semangat kebangkitan mulai menyebar dan menginspirasi lahirnya berbagai gerakan nasional yang lebih luas, termasuk Sarekat Islam dan Indische Partij yang menuntut kemerdekaan secara tegas sejak awal abad ke-20.

Boedi Oetomo sendiri lahir dari kondisi sosial ekonomi yang memprihatinkan akibat eksploitasi kolonial dan kebijakan politik yang lebih menguntungkan pemerintah Belanda. Dr. Wahidin Sudirohusodo melakukan propaganda keliling Jawa pada 1906-1907 untuk membangkitkan kesadaran akan pentingnya pendidikan dan kemajuan bangsa. Gagasan ini kemudian diterima dan dikembangkan oleh mahasiswa STOVIA hingga terbentuknya Boedi Oetomo.

Nama Boedi Oetomo yang berarti “kebangkitan budi pekerti luhur” disepakati sebagai identitas organisasi yang menjadi pelopor pergerakan nasional Indonesia. Organisasi ini membuka jalan bagi lahirnya nasionalisme yang mengedepankan persatuan seluruh rakyat Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan yang akhirnya tercapai pada 1945.

Meski tanggal 20 Mei bukan hari libur nasional, peringatan Hari Kebangkitan Nasional tetap dijalankan dengan berbagai kegiatan yang mengingatkan masyarakat akan pentingnya semangat persatuan dan perjuangan. Museum Kebangkitan Nasional di Jakarta pun rutin menggelar pameran interaktif untuk memperkenalkan sejarah dan nilai-nilai kebangkitan nasional kepada generasi muda, seperti pameran lukisan dan koleksi meriam dari era kolonial.

Perayaan ini juga mengingatkan bahwa semangat kebangkitan tidak hanya soal sejarah, tetapi juga relevan dalam menghadapi tantangan masa kini seperti ketahanan pangan dan pembangunan nasional. Indonesia memiliki potensi besar untuk terus bangkit melalui sinergi semua elemen masyarakat demi menjaga kedaulatan dan kemajuan bangsa.

Dengan demikian, Hari Kebangkitan Nasional menjadi momentum penting untuk mengenang perjalanan bangsa dalam meraih kemerdekaan sekaligus menguatkan tekad menjaga persatuan dan kemandirian Indonesia di masa depan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.