Media Kampung – 18 Maret 2026 | Menjelang Hari Raya Idulfitri 2026, pemerintah bersama Badan Usaha Milik Negara (BUMN) energi menegaskan bahwa persediaan bahan bakar minyak (BBM) dan LPG di seluruh Indonesia cukup untuk mendukung arus mudik Lebaran. Stok nasional diperkirakan mencapai 28 hari, cukup untuk menutupi kebutuhan selama periode puncak mobilitas penduduk.

Persiapan Stok oleh Pertamina Patra Niaga

Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Mars Ega, mengungkap bahwa perencanaan stok BBM untuk bulan Maret sudah dimulai sejak Januari 2026. Produksi kilang Pertamina berada pada level maksimum, sekitar 1,1 juta barel per hari, sehingga setiap kali bahan bakar dikeluarkan dari gudang, produksi baru langsung menggantikannya. “Stok kami berada di atas 21 hari dan terus di‑top‑up secara rutin,” ujar Ega dalam konferensi pers Satgas Ramadan‑Idulfitri.

Mayoritas kontrak pembelian minyak dilakukan dengan skema jangka panjang, sehingga pasokan tidak terganggu meski terjadi gejolak geopolitik di Timur Tengah. Kontrak tersebut sudah dikunci sebelum konflik Iran‑AS‑Israel memuncak pada akhir Februari, sehingga pengiriman tetap terjamin.

Penambahan Armada dan Sumber Daya Manusia oleh Elnusa Petrofin

PT Elnusa Petrofin (EPN) menyiapkan armada transportasi BBM yang lebih besar untuk mengantisipasi lonjakan permintaan selama mudik. Pada periode Satgas 9 Maret–1 April 2026, perusahaan mengoperasikan 1.885 unit mobil tangki dengan kapasitas total 31.576 kiloliter. Tambahan 114 unit baru serta 225 unit cadangan spot charter memperkuat kesiapan distribusi.

Selain armada, EPN menyiagakan 7.567 awak mobil tangki (AMT) dan meningkatkan kompetensi 1.083 AMT dari level 2 ke level 1. Sistem Road Traffic Control (RTC) serta 124 titik rest area dan check‑point diterapkan untuk memantau pergerakan armada dan menjaga kondisi pengemudi. EPN juga menyiapkan 25 SPBU kantong berkapasitas 16 KL di lokasi rawan macet, serta mendukung 520 SPBP dan 638 Agen Premium & Minyak Solar di daerah 3T.

Monitoring Pemerintah dan Infrastruktur Pendukung

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung, bersama Wakil Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Taufik Aditiyawarman, melakukan door‑stop di Fuel Terminal Padalarang, Jawa Barat, untuk memastikan kesiapan infrastruktur distribusi. Terminal tersebut menjadi titik kunci bagi distribusi BBM dan LPG di wilayah Bandung Raya dan sekitarnya, area yang diperkirakan akan mengalami lonjakan konsumsi selama mudik.

Pertamina mencatat kesiapan nasional meliputi 2.420 SPBU 24 jam, 6.300 agen LPG siaga, 200 mobil tangki cadangan, serta 64 kiosk Pertamina Siaga. Khusus Jawa Barat, tersedia 427 SPBU 24 jam, 2.180 agen LPG, 206 SPBE, 52 unit layanan Delivery Service (PDS) berbasis sepeda motor, 563 agen Bright Gas, 62 mobil tangki tambahan, dan 11 Serambi MyPertamina di titik strategis.

Risiko dan Mitigasi

Meski pasokan terjamin, tantangan tetap ada. Mars Ega menekankan bahwa potensi gangguan dapat datang dari dalam maupun luar negeri, termasuk kemungkinan penutupan jalur laut atau gangguan infrastruktur. Oleh karena itu, koordinasi antara Pertamina, Elnusa Petrofin, dan pemerintah terus dipertahankan secara intensif melalui Satgas khusus yang melakukan pemantauan harian.

Dengan kombinasi produksi maksimal, kontrak jangka panjang, armada distribusi yang diperkuat, serta jaringan SPBU dan agen LPG yang luas, pemerintah yakin stok BBM nasional cukup untuk menjaga kelancaran mudik Lebaran tanpa kelangkaan.

Kesimpulannya, persediaan BBM dan LPG Indonesia telah dipersiapkan dengan cermat, mencapai cadangan 28 hari, sehingga masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dengan tenang dan tanpa kekhawatiran akan kehabisan bahan bakar.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.