Media Kampung – Yamaha kembali mengenang era kejayaan motor 2-tak dengan menghadirkan legenda balap dan motor bersejarah di Sirkuit Misano, Italia. Perayaan ini menandai 40 tahun sejak Carlos Lavado meraih gelar juara dunia kelas 250cc keduanya bersama Yamaha pada 1986.

Carlos Lavado, pembalap asal Venezuela, menjadi ikon era tersebut dengan dua gelar juara dunia 250cc. Motor YZR250 0W82 yang ia tunggangi pada 1986 turut dipamerkan dalam lini Yamaha Racing Heritage Collection (YRHC) di Misano.

Luca Cadalora, juara dunia tiga kali, juga hadir untuk memperkuat narasi sejarah Grand Prix Yamaha. Ia membalap di kelas 250cc dan 500cc, meraih berbagai kemenangan, dan menjadi runner-up Kejuaraan Dunia 500cc 1994. Di Misano, motor YZR250 0WB9 yang membawanya finis ketiga di Kejuaraan Dunia 250cc 1990 ditampilkan, dan Cadalora dijadwalkan kembali ke lintasan dengan YZR500 0WK1 dari musim 1998.

Lini Grand Prix juga mencakup dua motor 500cc penting milik Eddie Lawson. YZR500 0W81 mengantarkan Lawson meraih gelar juara dunia 500cc 1986, sementara YZR500 0W86 dari 1987 mewakili motor kelas utama Yamaha musim berikutnya yang ia kendarai hingga finis ketiga klasemen kejuaraan.

Melengkapi lini tersebut, motor YZR500 0WL9 tahun 2002 milik mendiang Norifumi “Norick” Abe turut dipamerkan. Motor ini merupakan salah satu motor dua tak 500cc terakhir Yamaha sebelum beralih ke MotoGP empat tak, menandai babak penutup era Grand Prix dua tak.

Warisan WorldSBK Yamaha diwakili oleh YZF-R7 OW02 milik Noriyuki “Nitro Nori” Haga, motor balap berbasis produksi massal yang ikonik. Warna perayaan Yamaha tahun 2025 terinspirasi dari YZF-R7 OW02 1999 yang dipopulerkan Haga di WorldSBK. Motor YZF750 0WJ6 1998 dan YZF-R1 2008 milik Haga juga ditampilkan, merunut perjalanannya bersama Yamaha.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.