Media Kampung – Restoran Des and Dan di Jakarta Pusat hadir untuk kenalkan kuliner Azerbaijan di Indonesia dengan cita rasa autentik. Pemiliknya, Alexander Sivaiyev, yang telah menetap di Indonesia selama 28 tahun, berkomitmen menjaga keaslian rasa masakan Azerbaijan tanpa menambahkan bumbu berlebih seperti yang lazim di Indonesia.

Alexander menjelaskan bahwa misi utamanya adalah memperkenalkan budaya Azerbaijan melalui kuliner. “Banyak orang bertanya, di mana negara Azerbaijan? Apakah di Eropa, Asia, atau Timur Tengah?” ujarnya saat pembukaan cabang restoran, Jumat (5/6/2026). Menurutnya, kuliner menjadi bahasa universal yang mudah dipahami.

Untuk menjaga autentisitas, Alexander memastikan setiap menu tidak menggunakan banyak bumbu. “Sebagian besar pelanggan bertanya mengapa makanan sangat enak tetapi bumbunya kurang. Kami tidak memiliki banyak bumbu di Azerbaijan. Kami mencoba membuat makanan yang sangat orisinal, daging harus asli,” katanya. Meski demikian, pelanggan setia selama delapan tahun usaha akhirnya memahami dan menikmati sajian tersebut.

Alexander turun langsung mengolah masakan dan melatih koki lokal. “Semua resep berasal dari saya. Saya memasak semuanya, lalu perlahan melatih pekerja. Kami punya teman baik yang bekerja bersama selama 7-8 tahun, mereka belajar dengan baik,” ucapnya. Bahan baku sebagian besar diperoleh dari pemasok lokal, hanya sebagian kecil dari Azerbaijan atau Turki. “Kami berusaha menggunakan bahan lokal sebanyak mungkin, seperti daging segar dari pasar. Ini juga membantu pengusaha lokal,” tambahnya.

Duta Besar Azerbaijan untuk Indonesia, Ramil, mengapresiasi dedikasi Alexander. “Makanan dalam tradisi Azerbaijan selalu dikenal karena keramahan, persahabatan, dan kemurahan hati. Saya menyampaikan apresiasi tulus kepada Bapak Alexander dan tim internasionalnya atas kerja keras dan dedikasi mereka terhadap budaya Azerbaijan di Indonesia,” ujar Dubes Ramil.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.