Media Kampung – Pemerintah Vietnam resmi memberlakukan aturan baru yang mengenakan denda hingga 50 juta dong Vietnam (sekitar Rp892 juta) bagi individu yang menyebarkan berita bohong, fitnah, atau konten terlarang di media sosial. Kebijakan ini tertuang dalam dekret pemerintah dan mulai berlaku pada 1 Juli 2026.

Sanksi untuk Pelanggaran Ringan hingga Berat

Berdasarkan aturan tersebut, pengguna media sosial yang membuat atau menyebarkan informasi palsu, tidak benar, terdistorsi, atau bersifat memfitnah hingga merugikan reputasi lembaga atau kehormatan seseorang akan dikenai denda sebesar 20 juta hingga 30 juta dong (sekitar 794–1.190 dolar AS). Pelanggaran serupa juga berlaku untuk unggahan gambar eksplisit yang menampilkan pembunuhan, kekerasan, kecelakaan, atau adegan meresahkan.

Selain itu, sanksi dengan besaran yang sama dikenakan terhadap pengguna yang menyebarluaskan karya jurnalistik, sastra, atau seni yang dilindungi hak cipta tanpa izin, mempromosikan barang dan jasa terlarang, mengunggah peta Vietnam yang dianggap tidak sesuai klaim kedaulatan negara, serta membagikan tautan menuju konten yang dilarang undang-undang.

Pelanggaran Serius: Distorsi Sejarah hingga Hasutan Diskriminasi

Untuk pelanggaran yang dinilai lebih serius, denda dinaikkan menjadi antara 30 juta hingga 50 juta dong Vietnam. Kategori ini mencakup penyebaran konten yang mendistorsi sejarah, menyangkal pencapaian revolusi, merusak persatuan nasional, menghina agama, serta menghasut diskriminasi berdasarkan gender atau ras, sepanjang belum memenuhi unsur tindak pidana.

Besaran denda yang sama juga berlaku untuk pelanggaran berupa pembocoran rahasia negara, privasi pribadi, atau informasi rahasia lainnya yang belum masuk kategori pidana. Tak hanya itu, penyebaran informasi palsu yang menimbulkan kepanikan masyarakat, mengganggu aktivitas sosial dan ekonomi, menghambat operasional lembaga negara, atau melanggar hak dan kepentingan sah organisasi serta individu juga dapat dikenai sanksi administratif sesuai ketentuan baru tersebut.

Dengan aturan ini, Vietnam menunjukkan keseriusannya dalam memberantas hoaks dan konten berbahaya di dunia maya, sekaligus memberikan efek jera bagi para pelanggar.


Artikel ini telah ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Media Kampung.