Media Kampung – Aktor Jepang Nijiro Murakami, yang dikenal luas berkat perannya sebagai Chishiya dalam serial Netflix Alice in Borderland, mengakui telah melakukan penganiayaan terhadap mantan kekasihnya. Pengakuan itu disampaikan saat diperiksa oleh penyidik kepolisian Harajuku, Tokyo.

Menurut laporan media Jepang, kasus ini bermula dari laporan mantan kekasih Murakami pada awal tahun 2026. Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan menemukan bukti bahwa Murakami diduga melakukan kekerasan fisik sebanyak empat kali antara Maret hingga Mei 2024 di kediamannya di Distrik Shibuya, Tokyo.

Tindakan kekerasan yang dilaporkan termasuk memukul wajah, menjambak rambut, hingga membenturkan kepala korban ke jendela. Akibatnya, korban mengalami luka-luka yang membutuhkan waktu lebih dari satu bulan untuk pulih sepenuhnya. Murakami sendiri mengakui perbuatannya dengan mengatakan, “Tidak diragukan lagi bahwa saya telah melukainya.”

Pihak kepolisian telah melimpahkan berkas perkara kepada jaksa. Saat ini, jaksa sedang memeriksa barang bukti untuk menentukan apakah cukup bukti untuk mengajukan dakwaan. Jika terbukti bersalah, Murakami terancam hukuman penjara, terutama karena penganiayaan berulang dan luka yang diderita korban tergolong serius.

Kasus ini menjadi sorotan tajam publik karena Murakami adalah salah satu aktor muda paling populer di Jepang. Sebelum kasus ini mencuat, ia sempat mengambil jeda dari dunia akting pada tahun 2023 karena masalah kesehatan mental dan fisik. Kini, kariernya di industri hiburan terancam jika ia dinyatakan bersalah.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari Murakami atau agensinya terkait perkembangan kasus. Proses hukum masih berlangsung, dan publik menunggu keputusan jaksa apakah akan melanjutkan ke persidangan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.