Media Kampung – Warga Rangkasbitung, Lebak, Banten, digegerkan dengan penemuan jasad seorang kernet truk yang tewas gantung diri di pohon mangga. Korban diduga nekat mengakhiri hidup karena kalah bermain judi online (judol) hingga menggunakan uang jalan untuk taruhan.

Peristiwa tersebut terjadi di area galian pasir Blok Cekdam, Desa Nameng, Kecamatan Rangkasbitung, pada Jumat (12/6/2026). Korban berinisial MH, warga Kampung Bagoang, Desa Bagoang, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang sehari-hari bekerja sebagai kernet sopir truk pasir.

Kronologi Penemuan

Endin (47), seorang sopir truk pasir yang menjadi saksi mata, menceritakan bahwa ia melihat sesosok pria berdiri di bawah pohon mangga saat hendak buang air kecil. Setelah didekati, ternyata pria tersebut sudah dalam keadaan tergantung dengan tali melilit di leher.

“Saya mau buang air kecil, melihat ada orang berdiri di bawah pohon mangga, ketika didekati ternyata orang tersebut sudah tergantung dengan tali melilit di leher,” kata Endin. Ia segera memberitahukan temuan itu kepada sopir dan pekerja tambang pasir lainnya. Pengelola lokasi tambang kemudian melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Rangkasbitung.

Hasil Olah TKP dan Temuan Penting

Kanit Reskrim Polsek Rangkasbitung, Ipda Herman, membenarkan penemuan jenazah tersebut. “Korban bernama MH, warga Kampung Bagoang, yang berprofesi sebagai kernet sopir truk pasir,” ujarnya saat ditemui di lokasi.

Tim Inafis Polres Lebak bersama anggota Polsek Rangkasbitung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Korban ditemukan tergantung di batang pohon mangga menggunakan tali tambang warna hijau sepanjang 2 meter dan sudah dalam keadaan meninggal dunia. Setelah dievakuasi, jenazah dibawa ke Rumah Sakit Adjidarmo Rangkasbitung.

Dalam penyidikan, polisi menemukan petunjuk dari handphone korban. Melalui pesan WhatsApp sebelum meninggal, korban diduga gantung diri karena telah menggunakan uang jalan sebesar Rp5.500.000 yang seharusnya untuk belanja pasir, namun habis digunakan bermain judi online.

“Diduga korban gantung diri karena telah menggunakan uang jalan sebesar Rp5.500.000 untuk belanja pasir yang telah habis untuk bermain judi online (Judol),” ungkap Herman. Kasus ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.