Media KampungKecelakaan yang melibatkan mobil patroli di Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, masih dalam penyelidikan oleh pihak kepolisian setempat. Insiden tersebut terjadi pada Minggu, 24 Mei 2026, dan mengakibatkan enam warga mengalami luka-luka serta harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Peristiwa bermula ketika mobil patroli jenis Dmax yang dikemudikan oleh Kapolsek Kota Waingapu, Iptu Rauta Ubini Kuri, melintas di Jalan D.I Panjaitan, Kelurahan Matawai, usai mengikuti kebaktian Minggu. Namun, kendaraan tersebut tiba-tiba kehilangan kendali dan menabrak sebuah bengkel yang berada di pinggir jalan.

Kapolres Sumba Timur, AKBP Gede Harimbawa, menjelaskan bahwa kecelakaan terjadi setelah sebuah sepeda motor yang dikendarai oleh Yudiwanto Edi mencoba mendahului mobil patroli dari sisi kiri. Dalam proses tersebut, motor tersebut diduga menyentuh bagian ban belakang kiri kendaraan dinas sehingga menyebabkan mobil kehilangan kendali.

Akibat benturan itu, mobil patroli keluar dari jalur, naik ke trotoar, dan menabrak sejumlah pengendara serta warga yang berada di sekitar lokasi kejadian sebelum akhirnya berhenti setelah menghantam bengkel.

Enam warga yang menjadi korban luka-luka langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Kristen Lindimara di Waingapu untuk mendapatkan perawatan. Dari enam korban tersebut, Yudiwanto Edi menderita retak tulang pada kaki kanan, sementara istrinya, Muhaeni A. Waluwandja, mengalami syok akibat kecelakaan. Korban lain, Dominikus Doko, juga mengalami retak tulang kaki kanan. Sedangkan Abdul Kadir dan Ronaldo Doko hanya mengalami luka ringan, dan Melkianus Bulu Pagege Wola mengalami luka lecet.

Dalam tanggapannya, Kapolres Gede Harimbawa langsung mendatangi lokasi kejadian dan mengunjungi para korban di rumah sakit. Ia menegaskan bahwa unit lalu lintas Satlantas Polres Sumba Timur masih melakukan olah tempat kejadian perkara serta penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan tersebut.

Kasus ini menjadi perhatian serius mengingat melibatkan kendaraan dinas kepolisian dan menimbulkan korban luka di masyarakat. Polisi berkomitmen untuk mengungkap secara jelas faktor-faktor yang menyebabkan insiden tersebut terjadi agar dapat diambil langkah pencegahan di masa depan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.