Media KampungBareskrim Polri bersama PT PLN (Persero) menyatakan bahwa pemadaman listrik total atau blackout yang terjadi di wilayah Sumatra tidak disebabkan oleh unsur sabotase. Hasil investigasi awal mengarah pada gangguan teknis yang dipicu oleh cuaca ekstrem.

Wakabareskrim Polri Irjen Pol. Nunung Syaifudin mengungkapkan bahwa tim gabungan telah melakukan pemeriksaan langsung di lokasi, yaitu Muaro Jambi. Pemeriksaan ini melibatkan Puslabfor Polri, Ditreskrimsus Polda Jambi, dan PT PLN untuk mendapatkan data lengkap terkait penyebab blackout.

Akibat gangguan ini, sistem interkoneksi kelistrikan di Sumatra mengalami ketidakstabilan frekuensi dan tegangan, sehingga sejumlah pembangkit listrik mengalami trip beruntun. Kondisi ini memicu blackout massal di berbagai daerah di Sumatra, termasuk Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Jambi, dan sebagian Sumatra Selatan.

Tim investigasi juga menemukan adanya kabel transmisi yang putus di sekitar tower jaringan listrik. Namun, struktur tower secara umum masih dalam kondisi baik dan tidak ditemukan kerusakan signifikan pada konstruksinya. Penyebab putusnya kabel masih dalam proses pendalaman melalui pemeriksaan laboratorium forensik, dengan dugaan sementara faktor mekanis, sambungan longgar, dan pengaruh cuaca ekstrem.

Nunung menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada indikasi adanya sabotase atau tindakan kesengajaan dalam insiden blackout tersebut. Semua bukti mengarah pada faktor teknis dan kondisi cuaca yang ekstrim.

Dari pihak PT PLN, Direktur Transmisi dan Perencanaan Sistem Edwin Nugraha Putra menambahkan bahwa gangguan pada jalur transmisi terjadi akibat cuaca buruk yang menyebabkan fenomena power swing atau osilasi tegangan tinggi. Gangguan tersebut menyebabkan sistem kelistrikan Sumatra terbagi menjadi dua bagian berbeda, di mana wilayah utara mengalami kekurangan daya dan pemadaman berantai.

PLN melakukan pemulihan secara bertahap dengan memanfaatkan mekanisme black start, menggunakan pembangkit diesel dan gas. Setelah proses pemulihan selesai, seluruh sistem kelistrikan di Sumatra telah beroperasi kembali secara normal dan stabil.

Insiden blackout ini terjadi pada Jumat, 22 Mei 2026, dan sempat berdampak luas di sejumlah provinsi di Sumatra. Penanganan cepat dan investigasi menyeluruh dari Bareskrim dan PLN memastikan bahwa gangguan tersebut bukan karena unsur sabotase, melainkan akibat kondisi teknis dan cuaca ekstrem yang memengaruhi jaringan transmisi listrik.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.