Media Kampung – Nama AKP Yohanes Bonar Adiguna kini tengah menjadi sorotan setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan narkotika golongan II jenis etomidate oleh Polda Kalimantan Timur. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Kasat Resnarkoba Polres Kutai Kartanegara dan dikenal memiliki karier yang cukup gemilang di lingkungan kepolisian Kalimantan Timur.
Yohanes Bonar Adiguna lulus dari Akademi Kepolisian pada tahun 2015 dan mengembangkan kariernya di berbagai bidang penegakan hukum dan operasional. Pada 2020, ia mendapat penugasan sebagai Kasat Polair Polres Paser dan kemudian dipercaya menjabat sebagai Pamin Sepripim di lingkungan pimpinan Polda Kaltim. Namanya semakin dikenal saat ia bertugas di bidang reserse kriminal, termasuk pernah menjabat sebagai Pejabat Sementara Kasat Reskrim Polres Kutai Barat dan Polres Bontang pada tahun 2022.
Selain itu, Yohanes juga pernah menjadi Kapolsek Sungai Kunjang, Samarinda, di mana ia menangani kasus pembunuhan dua balita oleh ayah kandungnya pada Juli 2025 yang sempat menarik perhatian publik. Sejak Desember 2025, ia mengemban jabatan sebagai Kasat Resnarkoba Polres Kutai Kartanegara sebelum namanya terseret dalam kasus narkotika etomidate.
Kasus ini bermula dari informasi yang diperoleh Bea Cukai terkait pengiriman paket mencurigakan melalui jasa ekspedisi menuju Kutai Kartanegara dan Balikpapan. Polisi melakukan metode controlled delivery dan berhasil mengamankan seorang pria berinisial B pada 30 April 2026 saat mengambil paket tersebut. Dalam pengembangan penyidikan, pria itu mengaku hanya menjalankan perintah dari AKP Yohanes Bonar Adiguna.
Direktur Reserse Narkoba Polda Kaltim, Kombes Pol Romylus Tamtelahitu, menyatakan bahwa pria tersebut mengaku sebagai suruhan oknum anggota Polres Kukar. Dari hasil penyidikan, pihak kepolisian menemukan puluhan paket narkotika golongan II jenis etomidate yang dikirim secara bertahap, yang semakin memperkuat dugaan keterlibatan Yohanes dalam kasus ini.
Karier AKP Yohanes Bonar Adiguna yang sebelumnya dianggap menjanjikan kini tercoreng akibat kasus ini. Proses hukum sedang berjalan dan pihak kepolisian terus mendalami kasus untuk mengungkap seluruh jaringan yang terlibat. Penetapan tersangka terhadap seorang pejabat polisi tentu menjadi perhatian dan pengingat pentingnya integritas dalam penegakan hukum.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan