Media Kampung – 16 April 2026 | Rekaman CCTV memperlihatkan sepasang pencuri ponsel melarikan diri setelah dikejar warga di kawasan Andi Djemma, Makassar, pada malam 15 April 2026. Insiden tersebut menjadi sorotan publik karena terekam jelas oleh kamera pengawas lingkungan.
Korban, Budi Santoso (34) dan istrinya Rina (28), baru saja pulang dari warung makan ketika dua pria tak dikenal mendekati mereka. Mereka meraih ponsel Budi dan berusaha melarikan diri dengan motor.
Saksi mata, Siti Nurhaliza (45), yang sedang berjalan menuju rumahnya, langsung menyadari aksi pencurian dan berteriak keras menghentikan pelaku. Siti kemudian mengejar kedua pria sambil memberi isyarat kepada orang lain di sekitar.
Sejumlah warga lain, termasuk Pak Joko (52) yang berada di dekat lokasi, ikut berlari mengejar pencuri sambil memanggil bantuan. Upaya kolektif itu membuat pelaku terpaksa berbelok ke gang sempit.
Kamera CCTV yang terpasang di toko kelontong berjarak sekitar 30 meter menampilkan kedua pencuri berusaha memotong jalan dengan motor berwarna hitam. Mereka tampak panik dan berusaha menghindari kerumunan.
Polisi menerima laporan panggilan darurat pada pukul 21.45 WIB dan segera mengirim unit Reskrim ke lokasi. Sesampainya di tempat, petugas menemukan jejak ban motor yang masih basah di trotoar.
Kombes Polri Anton Wibowo, Kepala Divisi Kriminal Polda Sulawesi Selatan, mengatakan tim sedang memeriksa rekaman CCTV untuk mengidentifikasi wajah pelaku. “Rekaman memberikan gambaran jelas tentang gerak-gerik mereka,” ujar Anton dalam konferensi pers singkat.
Analisis video mengungkapkan kedua tersangka mengenakan jaket hitam, topi beanie, dan sepatu olahraga berwarna putih. Wajah mereka tertutup sebagian oleh kacamata hitam, namun ciri khas tato di lengan kanan terlihat jelas.
Polisi berhasil menelusuri jejak motor hingga ke sebuah gang di kawasan Panakkukang, namun pelaku sempat menghilang di antara penduduk. Upaya pengejaran berlanjut selama sekitar 15 menit.
Saat ini, satu tersangka berhasil ditangkap di wilayah Bontoala pada pagi hari berikutnya setelah warga melaporkan kendaraan mencurigakan. Tersangka tersebut bernama Dedi Pratama (27) dan kini berada di tahanan Polres Makassar.
Seluruh barang bukti, termasuk ponsel korban dan sepatu yang terlepas, telah diamankan oleh tim forensik. Barang-barang tersebut akan diuji DNA untuk memastikan keterkaitan dengan tersangka.
Polisi mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan melaporkan setiap aktivitas mencurigakan, terutama di area yang minim penerangan. “Kerjasama masyarakat sangat penting dalam pencegahan kejahatan,” tegas Anton.
Data Kejaksaan setempat mencatat peningkatan kasus pencurian barang elektronik di Makassar selama tiga bulan terakhir, naik sebesar 18 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Faktor utama yang diidentifikasi adalah tingginya tingkat pengangguran.
Menurut Bapak Hadi, Ketua Forum Warga Makassar, keamanan lingkungan dapat ditingkatkan dengan penambahan lampu jalan dan kamera pengawas di titik-titik rawan. “Investasi pada infrastruktur keamanan akan menurunkan angka kriminalitas,” katanya.
Polres Makassar telah menambah patroli rutin di sekitar kawasan Andi Djemma dan Panakkukang, serta meningkatkan koordinasi dengan satpol PP setempat. Patroli ini diharapkan dapat menekan aksi kriminal serupa.
Pihak kepolisian juga membuka jalur komunikasi via pesan singkat dengan nomor khusus 0812-XXXX-XXXX untuk menerima informasi dari publik. Setiap laporan akan diproses secara prioritas.
Sejumlah media sosial menyebarkan potongan video CCTV dengan caption “Awas Begal!” yang memicu kepanikan sementara namun juga meningkatkan kesadaran akan bahaya di malam hari. Pengguna diminta untuk tidak menyebarkan video secara sembarangan.
Para ahli keamanan siber menekankan pentingnya menjaga data pribadi di perangkat seluler, termasuk mengaktifkan kunci sidik jari dan menghindari penyimpanan informasi sensitif. Langkah preventif ini dapat meminimalisir kerugian jika perangkat dicuri.
Korban Budi dan Rina kini masih menunggu proses hukum terhadap pelaku dan berharap barang mereka dapat dikembalikan. Mereka berterima kasih kepada warga yang membantu menghentikan aksi kejahatan.
Polisi menegaskan bahwa penyelidikan masih berlanjut untuk mengidentifikasi dua pelaku yang masih buron. Setiap petunjuk akan dipertimbangkan dalam rangka penangkapan lengkap kelompok kriminal tersebut.
Kasus ini menjadi contoh nyata pentingnya kamera pengawas dalam mengungkap kejahatan dan mempercepat respons aparat. Diharapkan kejadian serupa dapat dicegah dengan peningkatan sistem keamanan publik.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan