Media Kampung – Risiko serangan jantung pada wanita meningkat secara signifikan setelah memasuki masa menopause. Hal ini diungkapkan oleh dr. Denisa Nugrahita Asmarani, Sp.JP., dokter spesialis jantung dari RSIA Kendangsari, dalam program Dialog Komunitas yang disiarkan pada Minggu, 28 Juni 2026.
Menurut dr. Denisa, sebelum menopause wanita memiliki hormon estrogen yang berperan melindungi kesehatan jantung. Estrogen membantu meminimalisir risiko serangan jantung. Namun, setelah menopause produksi hormon ini berkurang, sehingga wanita menjadi lebih rentan.
“Wanita jarang terkena serangan jantung karena ada hormon estrogen. Namun jika wanita menopause, hormon estrogen berkurang sehingga lebih rentan terkena serangan jantung,” jelas dr. Denisa dalam dialog tersebut.
Gejala Serangan Jantung pada Wanita Sering Tidak Khas
Dokter Denisa juga mengingatkan bahwa gejala serangan jantung pada wanita seringkali berbeda dengan pria. Jika pria umumnya mengalami sesak napas atau nyeri dada yang khas, wanita justru merasakan keluhan yang lebih samar, seperti mudah lelah atau nyeri pada punggung.
“Karena gejalanya sering tidak khas, terkadang serangan jantung pada wanita tidak segera terdeteksi. Jika sudah merasakan keluhan tersebut, sebaiknya segera memeriksakan diri,” kata dr. Denisa.
Faktor Risiko Lain yang Perlu Diwaspadai
Selain faktor menopause, terdapat sejumlah faktor lain yang dapat meningkatkan risiko serangan jantung pada wanita. dr. Denisa menyebutkan kebiasaan merokok, hipertensi, diabetes, hingga faktor keturunan seperti penyakit jantung koroner sebagai kondisi yang perlu diwaspadai.
Pencegahan Melalui Pola Hidup Sehat
dr. Denisa menekankan pentingnya menerapkan pola hidup sehat untuk menurunkan risiko penyakit jantung. Langkah yang dapat dilakukan antara lain rutin berolahraga, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, menghindari kebiasaan merokok, serta mengendalikan faktor risiko lainnya.
Melalui Dialog Komunitas, masyarakat diharapkan semakin memahami bahwa serangan jantung tidak hanya dapat dialami pria, tetapi juga wanita, terutama setelah menopause. Dengan mengenali faktor risiko dan gejala sejak dini, masyarakat diharapkan dapat melakukan pencegahan serta segera mencari pertolongan medis apabila mengalami keluhan yang mengarah pada gangguan jantung.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan