Media Kampung – Pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah Pulau Jawa membuat banyak ibu menyusui khawatir dengan keamanan stok ASI perah yang disimpan di kulkas atau freezer. Dokter Spesialis Anak, dr. Aisya Fikritama, Sp.A, memberikan panduan praktis untuk menjaga kualitas dan keamanan ASI perah selama listrik padam.
Kunci Utama: Jaga Suhu Tetap Dingin
Menurut dr. Aisya, hal terpenting saat listrik padam adalah menjaga suhu penyimpanan ASI tetap dingin selama mungkin. Berikut langkah-langkah yang bisa dilakukan.
1. Hindari Membuka Pintu Kulkas atau Freezer
Selama listrik padam, usahakan untuk tidak sering membuka pintu kulkas atau freezer. Semakin sering pintu dibuka, semakin cepat suhu dingin hilang. Dr. Aisya menegaskan, “Selama pintunya tetap tertutup, suhunya bisa terjaga.” Dalam kondisi penuh, freezer umumnya mampu mempertahankan suhu dingin hingga sekitar 48 jam, sedangkan freezer yang tidak penuh bertahan sekitar 24 jam. Biarkan ASI tetap berada di dalam freezer selama pemadaman.
2. Pindahkan ke Cooler Bag Jika Pemadaman Lama
Apabila pemadaman berlangsung cukup lama, segera pindahkan ASI ke cooler bag atau cool box yang dilengkapi ice gel atau ice pack. Idealnya, suhu penyimpanan tetap di bawah 4 derajat Celsius. Gunakan termometer khusus untuk memantau suhu di dalam cooler bag agar tetap aman.
3. Kenali Tanda ASI yang Masih Aman
ASI yang masih memiliki kristal es, meskipun sebagian sudah mencair, masih dapat dibekukan kembali. Namun, jika ASI sudah mencair sepenuhnya dan berada pada suhu ruang lebih dari 2 jam, sebaiknya tidak diberikan lagi kepada bayi. Semakin lama ASI berada pada suhu ruang, semakin tinggi risiko pertumbuhan bakteri yang dapat menurunkan kualitas dan keamanannya.
4. Beri Label Tanggal dan Jam Pemerahan
Selalu beri label tanggal dan jam pemerahan pada setiap kantong ASI. Langkah ini memudahkan penerapan prinsip FIFO (first in, first out), yaitu menggunakan ASI yang diperah lebih dulu sebelum stok yang lebih baru. Jika ragu mengenai keamanan ASI, dr. Aisya menyarankan untuk berkonsultasi dengan dokter.
Dengan mengikuti panduan ini, ibu menyusui dapat lebih tenang menghadapi pemadaman listrik bergilir tanpa khawatir stok ASI perah menjadi tidak layak konsumsi.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan