Media Kampung – Di tengah hiruk-pikuk perdebatan di media sosial, dr. Ngabila Salama angkat bicara. Ia menegaskan bahwa kesehatan mental tidak boleh dipandang berbeda dari kesehatan fisik. Stigma terhadap orang yang mencari bantuan profesional harus segera dihapuskan.

“Saya pesannya cuma satu, please mental health itu adalah masalah kesehatan biasa. Jangan pernah menstigma,” ujar dr. Ngabila dalam podcast Special Interview di kanal YouTube Cumicumi, Kamis (22/6/2023).

Dokter yang juga dikenal sebagai ahli kesehatan masyarakat ini mengingatkan bahwa kini tenaga profesional untuk menangani kesehatan mental sudah tersedia di rumah sakit umum. Istilah Rumah Sakit Jiwa perlahan ditinggalkan untuk memecah stigma. “Sekarang rumah sakit sudah enggak ada lagi rumah sakit jiwa, semua rumah sakit umum. Karena kita untuk memecah stigma tersebut,” jelasnya.

Ia juga membedakan peran psikolog dan psikiater. Psikolog tidak bisa memberikan obat, sementara psikiater bisa. dr. Ngabila memberikan apresiasi kepada mereka yang berani datang ke profesional. “Orang yang datang ke profesional, psikolog atau psikiater, artinya dia sayang pada dirinya dan dia ingin mencegah terjadi hal yang lebih buruk. Sehingga tidak perlu minum obat sama sekali atau minum obat seumur hidup, dia bisa sembuh 100 persen,” tambahnya.

Pesan ini disampaikan dr. Ngabila agar masyarakat lebih memilih mencari bantuan profesional daripada melakukan self-diagnose. “Jadi kita harus kampanyekan stop stigma terhadap gangguan mental itu suatu masalah yang biasa. Jangan sampai kita self diagnose. Kalau ada sesuatu yang enggak wajar, datang aja ke pakar. Kita cuma ngobrol-ngobrol aja, enggak perlu obat bisa sembuh kok. 100 persen,” tutupnya.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.