Media Kampung – Psikolog Maria Fionna Callista menyoroti dampak gaslighting yang dapat mengganggu kesehatan mental seseorang secara signifikan. Gaslighting adalah bentuk manipulasi psikologis yang membuat korban meragukan ingatan dan penilaiannya sendiri, sehingga menimbulkan keraguan pada diri sendiri dan berkurangnya rasa percaya diri.
Maria menjelaskan bahwa korban gaslighting sering kali merasa terus disalahkan oleh pelaku, yang kemudian menimbulkan kesulitan bagi korban untuk mempercayai penilaian dirinya sendiri. “Korban jadi ragu terhadap dirinya sendiri ketika terus disalahkan. Validasi penting agar mereka tetap percaya pada dirinya,” ucap Maria dalam dialog bersama Pro3 RRI pada Kamis, 14 Mei 2026.
Lebih jauh, Maria mengingatkan bahwa dampak psikologis yang dihadapi tiap individu bisa berbeda-beda. Oleh sebab itu, kondisi korban tidak seharusnya langsung dianggap berlebihan tanpa melihat fakta dan konteks yang ada. Menurutnya, beberapa orang memang lebih rentan mengalami tekanan psikologis dibanding yang lain.
Selain itu, psikolog tersebut juga menyinggung tekanan yang muncul dalam kompetisi atau situasi penuh tekanan lainnya. Kondisi ini bisa memicu perilaku defensif dan respons emosional tertentu, termasuk kesulitan mengakui kesalahan. Hal ini penting diperhatikan agar kritik yang disampaikan tetap sehat dan tidak berubah menjadi manipulasi.
Pembahasan tersebut muncul di tengah polemik yang berlangsung di Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI, di mana ucapan pembawa acara mendapatkan sorotan warganet yang menilai terdapat unsur gaslighting dalam penyampaiannya. Maria mengingatkan agar kritik disampaikan dengan cara yang konstruktif dan menghindari manipulasi psikologis yang dapat merugikan mental peserta atau pihak lain.
Situasi ini menggambarkan betapa pentingnya pemahaman tentang gaslighting dan dampaknya agar masyarakat bisa lebih waspada dan mendukung para korban untuk mendapatkan validasi yang mereka butuhkan. Kesadaran akan manipulasi psikologis ini diharapkan dapat mendorong terciptanya komunikasi yang lebih sehat di berbagai situasi, terutama dalam tekanan kompetisi maupun interaksi sosial sehari-hari.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.






Tinggalkan Balasan