Media Kampung – Dr. Stephen Kornfeld, seorang penumpang kapal pesiar MV Hondius yang sempat dinyatakan positif ringan hantavirus, kini telah dinyatakan negatif dan dipindahkan dari unit biokontainment di Nebraska.

MV Hondius merupakan kapal pesiar yang menjadi pusat perhatian setelah terdeteksi adanya wabah hantavirus di antara para penumpangnya. Virus langka dan mematikan ini diketahui sulit menyebar antar manusia kecuali melalui kontak dekat dan berkepanjangan. Hingga saat ini, telah dikonfirmasi 11 kasus hantavirus, dengan sembilan di antaranya dinyatakan positif secara resmi, dan tiga orang meninggal dunia akibat infeksi ini.

Kasus hantavirus yang terkait dengan MV Hondius tidak hanya terjadi di kapal, tetapi juga telah menyebar ke beberapa lokasi terpencil termasuk pulau Tristan da Cunha dan Pitcairn, wilayah-wilayah yang sangat sulit dijangkau dengan transportasi umum. Tristan da Cunha yang berpenduduk 224 orang, tidak memiliki bandara dan hanya bisa diakses dengan perahu kecil selama seminggu perjalanan dari pemukiman manusia lain. Untuk menanggapi kasus hantavirus di pulau ini, militer Inggris mengirimkan tim medis dengan metode airdrop, melibatkan dokter, perawat, dan pasukan dari Brigade Lintas Udara 16 dari Royal Air Force Brize Norton.

Sementara itu, seorang wanita Amerika yang juga menjadi penumpang MV Hondius berhasil mencapai Pitcairn, pulau dengan penduduk sekitar 35 orang yang hanya bisa dijangkau melalui perjalanan perahu selama 32 jam dari Mangareva. Meski wanita tersebut tidak menunjukkan gejala hantavirus, otoritas Prancis melarangnya meninggalkan pulau sampai dipastikan tidak membahayakan kesehatan masyarakat setempat.

Wabah ini menimbulkan tantangan besar dalam pelacakan kontak dan pengendalian penyebaran karena masa inkubasi virus yang bisa mencapai beberapa minggu. Namun, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menegaskan bahwa risiko wabah besar saat ini masih rendah. Direktur Jenderal WHO, Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyatakan, “Saat ini tidak ada indikasi bahwa wabah ini akan meluas secara signifikan, meskipun kami tetap waspada karena masa inkubasi panjang virus ini.” WHO juga melaporkan bahwa lebih dari 120 orang telah dievakuasi dari kapal MV Hondius dan diterbangkan ke delapan negara melalui sembilan penerbangan.

Di sisi lain, otoritas kesehatan di Illinois, AS, tengah menyelidiki kemungkinan kasus hantavirus yang tidak terkait dengan kapal pesiar tersebut, yang melibatkan strain virus berbeda. Kejadian ini menunjukkan perlunya kewaspadaan meskipun kasus hantavirus masih tergolong jarang.

Dengan perkembangan terbaru ini, Dr. Kornfeld yang sebelumnya menjalani isolasi di unit biokontainment kini sudah dipindahkan setelah hasil tes terakhirnya negatif. Ini menjadi kabar baik di tengah upaya pengendalian wabah yang sedang berlangsung dan memberikan harapan bahwa penyebaran virus dapat dikendalikan dengan baik.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.