Media Kampung – Hantavirus yang menyerang kapal pesiar MV Hondius milik Oceanwide Expeditions menewaskan tiga penumpang dan WHO mengonfirmasi total tujuh kasus pada 4 Mei 2026.
Kapal berlayar di lepas pantai Tanjung Verde, Afrika Barat, dan saat ini menampung sekitar 150 penumpang serta awak yang belum diizinkan merapat.
Otoritas setempat menerapkan karantina ketat; seluruh penumpang diminta tetap berada di kabin sementara kapal tetap berlayar di Samudra Atlantik.
Evakuasi dilakukan secara bertahap, dengan dua awak berkewarganegaraan Inggris dan Belanda dijadwalkan dipindahkan, sedangkan seorang penumpang asal Inggris sudah menerima perawatan di Afrika Selatan.
Seorang penumpang bernama Jake Rosmarin menyatakan, “Ini bukan sekadar berita utama, kami adalah orang-orang dengan keluarga yang menunggu di rumah. Ketidakpastian ini yang paling berat,” kepada Reuters.
Hantavirus pertama kali diidentifikasi pada 1970-an di Korea Selatan dan menyebar lewat urine, air liur, atau kotoran tikus yang mengering dan terhirup oleh manusia.
Penularan antar manusia jarang terjadi; mayoritas infeksi berasal dari paparan lingkungan yang terkontaminasi oleh hewan pengerat.
Gejala awal biasanya menyerupai flu, meliputi demam, kelelahan, nyeri otot, sakit kepala, serta mual dan muntah, yang dapat muncul 1–8 minggu setelah terpapar.
Jika tidak ditangani, kondisi dapat berkembang menjadi batuk, sesak napas, dan penumpukan cairan di paru, khususnya pada Hantavirus Pulmonary Syndrome yang memiliki tingkat kematian 20–40 %.
Data global WHO menunjukkan antara 10 ribu hingga lebih dari 100 ribu kasus per tahun, dengan sekitar 200 kasus HPS tiap tahun secara global dan 890 kasus tercatat di Amerika Serikat sejak 1993.
Saat ini belum ada obat khusus untuk hantavirus; perawatan difokuskan pada dukungan medis seperti cairan intravena dan ventilasi mekanis bila diperlukan.
WHO menilai risiko penyebaran ke masyarakat luas tetap rendah dan belum mengeluarkan pembatasan perjalanan; kapal terus dipantau dan otoritas kesehatan menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan