Media KampungASUS ExpertBook Ultra tetap relevan di era AI PC 2026 berkat kombinasi NPU 50 TOPS, keamanan enterprise‑grade, dan desain ultra‑ringan yang mendukung produktivitas bisnis.

Eric Khoven, Director of Commercial ASUS Indonesia, menegaskan bahwa kemampuan AI on‑device akan menjadi standar bagi mayoritas perangkat baru.

Ia menambah, pertanyaan pembelian kini beralih dari “apakah perlu AI?” menjadi “AI PC mana yang paling sesuai untuk use case perusahaan?”.

AI PC modern menuntut NPU minimal 40 TOPS, RAM 16 GB, serta SSD berkecepatan tinggi agar beban kerja AI berjalan lancar tanpa ketergantungan penuh pada cloud.

Persyaratan ini menurunkan latensi, meningkatkan privasi data, serta mengurangi biaya layanan cloud untuk tugas harian.

“Pendekatan yang berlaku saat ini mulai menggeser pertanyaan saat tim procurement akan melakukan pembelian aset,” kata Eric Khoven.

“Dari sebelumnya pertanyaan yang muncul adalah seberapa cepat CPU/GPU, kini bergeser menjadi seberapa banyak tugas AI harian seperti transkrip, terjemahan, ringkasan meeting, pencarian dan dokumentasi data dapat diselesaikan lokal dengan respons instan dan hemat daya,” tambahnya.

Keamanan menjadi prioritas, dengan standar Secured‑core PC dan Microsoft Pluton yang menyediakan root of trust berbasis hardware untuk melindungi proses boot dan identitas.

Pedoman NIST SP 800‑193 menekankan tiga kemampuan inti: mencegah perubahan firmware yang tidak sah, mendeteksi anomali, dan memulihkan sistem ke kondisi tepercaya.

ASUS juga mulai mengadopsi kriptografi post‑quantum seperti ML‑KEM (FIPS 203) dan ML‑DSA (FIPS 204) sebagai investasi strategis jangka panjang.

Dari sisi fisik, ExpertBook Ultra mengusung sasis magnesium‑aluminium CNC dengan lapisan Nano Ceramic 9H, berat hanya 0,99 kg, dan ketebalan 10,9 mm serta port lengkap di kedua sisi.

Layar 14 inci 3K Tandem OLED menyajikan kecerahan hingga 1.400 nits, dilindungi kaca Corning Gorilla Glass Victus berlapis matte, cocok untuk presentasi detail.

Di dalamnya, konfigurasi hingga Intel Core Ultra X9 generasi ketiga dilengkapi NPU 50 TOPS, siap menangani beban kerja AI modern dan multitasking berat dalam faktor bentuk ultra‑ringkas.

Pengujian nyata menunjukkan performa stabil saat menjalankan transkripsi rapat real‑time, summarization dokumen, pengayaan visual berbasis AI, serta asistensi kreatif dengan konsumsi daya yang tetap rendah.

Platform ASUS MyExpert menjadi jembatan bagi pengguna untuk memanfaatkan AI melalui interaksi natural‑language, termasuk ringkasan, terjemahan, pencarian file lintas lokal‑cloud, dan meeting intelligence yang otomatis menghasilkan transkrip serta daftar tindak lanjut.

Fitur tersebut memangkas friksi administratif, mempercepat kolaborasi lintas fungsi, dan secara langsung meningkatkan ROI bagi tim operasional.

Tren industri menunjukkan semakin banyak vendor software yang memprioritaskan AI on‑device dan model bahasa kecil (SLM) lokal pada 2026, menjadikan laptop dengan NPU kuat semakin relevan.

Jika era 2019‑2023 didominasi perlombaan ultrabook tipis, era 2025‑2026 kini adalah era laptop AI, di mana nilai perangkat diukur dari kecepatan penyelesaian workflow, bukan sekadar skor benchmark.

Dengan kombinasi form‑factor ultra‑ringan, performa AI‑first yang konsisten, keamanan kelas enterprise, dan pengalaman pengguna yang mendukung proses bisnis, ASUS ExpertBook Ultra menjadi pilihan strategis bagi perusahaan yang ingin mengamankan keunggulan kompetitif di era kerja cerdas dan terdistribusi.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.