Media Kampung – Munir Misbahul, warga Tulungagung berusia 32 tahun, menempuh ribuan kilometer dari Kalimantan ke Banyuwangi untuk mengikuti program pemasangan bola mata palsu gratis, mengharapkan kembali percaya diri dalam menjalani hidup.
Beberapa tahun lalu ia mengalami kecelakaan kerja ketika percikan las mengenai mata, yang mengakibatkan kerusakan permanen pada penglihatan dan memaksa ia hidup dengan keterbatasan visual.
Biaya pengobatan mata yang diperlukan mencapai antara Rp6 juta hingga Rp15 juta, angka yang tidak terjangkau bagi Munir sehingga ia mencari alternatif layanan kesehatan yang lebih terjangkau.
Melalui sebuah posting di Facebook, Munir mengetahui adanya bakti sosial layanan kesehatan mata di Banyuwangi yang menyediakan pemasangan bola mata palsu secara cuma‑cuma.
Tanpa ragu, ia memutuskan meninggalkan Kalimantan dan kembali ke Jawa demi kesempatan tersebut, menganggap program ini sebagai satu‑satunya jalan untuk memperbaiki kondisinya.
Perjalanan melintasi Selat Makassar dan daratan memakan waktu lebih dari tiga hari, namun semangatnya tetap tinggi karena tujuan jelas dan harapan besar.
Setibanya di Markas Palang Merah Indonesia (PMI) Banyuwangi pada Selasa, 28 April 2026, Munir langsung mendaftar untuk mengikuti prosedur pemeriksaan dan pemasangan bola mata palsu.
Program layanan mata gratis ini telah membantu lebih dari 4.500 warga sejak diluncurkan pada 2014, mencakup pemasangan prostesis, operasi katarak, serta pemeriksaan mata rutin.
Ratusan peserta lain juga hadir dengan cerita masing‑masing, ada yang ingin kembali melihat jelas, ada pula yang berharap dapat melepaskan beban keterbatasan visual.
“Saya sangat bersyukur karena gratis dan sangat membantu,” ujar Munir setelah menjalani proses pemasangan, menambahkan bahwa ia berharap dapat kembali bekerja dan berinteraksi tanpa rasa malu.
Sekretaris Daerah Banyuwangi, Guntur Priambodo, menegaskan bahwa layanan kesehatan mata seperti ini memberikan dampak signifikan terhadap produktivitas dan rasa percaya diri warga.
Pemerintah Kabupaten Banyuwangi berkomitmen menjaga kesinambungan program, menyiapkan dana dan tenaga medis tambahan untuk memperluas jangkauan layanan ke desa‑desa terpencil.
Hingga kini, Munir telah menyelesaikan proses pemasangan dan sedang menjalani rehabilitasi pasca operasi, sementara pihak penyelenggara berharap program serupa dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak orang.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan