Media Kampung – Operasi Katarak Gratis Banyuwangi 2026 menargetkan 350 pasien dan melanjutkan program yang telah membantu 4.500 warga sejak 2014 melalui kolaborasi Pemerintah Kabupaten, PMI dan John Fawcett Foundation.
Program layanan mata ini pertama kali diluncurkan pada tahun 2014 dan selama lebih dari satu dekade berhasil melakukan operasi katarak secara gratis bagi ribuan warga. Keberhasilan tersebut menjadi dasar keberlanjutan inisiatif hingga tahun 2026.
Pada tahun ini tercatat 718 warga mendaftar untuk mengikuti operasi yang berlangsung selama lima hari, mulai 28 April hingga 2 Mei 2026. Target pertama program ditetapkan untuk menjangkau antara 300 hingga 350 pasien.
Sekretaris Daerah Banyuwangi, Guntur Priambodo, menyampaikan apresiasi atas keberlanjutan program dan menilai kolaborasi lintas sektor memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Ia menekankan pentingnya dukungan berkelanjutan agar lebih banyak warga terbantu.
Operasi katarak tidak hanya memulihkan penglihatan, tetapi juga meningkatkan produktivitas dan kualitas hidup peserta. Dengan mata yang sehat, warga dapat kembali beraktivitas secara optimal.
Selain operasi, program juga menyediakan pemeriksaan mata gratis untuk 1.500–2.000 orang, penanganan gangguan refraksi bagi 151 pasien, serta pemasangan bola mata palsu untuk 15 orang. Layanan ini memperluas manfaat kesehatan mata bagi komunitas.
Pelaksanaan melibatkan tujuh dokter spesialis mata, 32 tenaga medis, serta relawan dari Dinas Kesehatan dan PMI. Proses dilakukan di Markas PMI Banyuwangi dan RSUD Blambangan.
I Gede Bingin, Ketua JFF Indonesia, menegaskan komitmen organisasi dalam upaya mengurangi kebutaan akibat katarak. Ia berharap kerja sama ini terus berlanjut dan memberikan manfaat nyata.
Dr. Joss Meyer, anggota Board JFF Australia, memuji kolaborasi internasional antara Australia, Indonesia, dan masyarakat Banyuwangi. Ia berharap hasil program memberikan dampak positif bagi kesehatan mata warga.
Sayunah, 52 tahun, warga Desa Ketapang, Kalipuro, mengungkapkan rasa syukurnya dapat mengikuti operasi gratis dan berharap kembali melihat dengan normal. Pengalaman pribadinya mencerminkan harapan banyak peserta.
M. Misbahul Munir, 32 tahun, yang mengikuti pemasangan bola mata palsu, mengungkapkan bahwa biaya prosedur di rumah sakit dapat mencapai Rp6‑15 juta. Program ini menghemat biaya signifikan bagi pasien.
Program Operasi Katarak Gratis tetap berlanjut dengan harapan dapat menjangkau lebih banyak warga di masa mendatang. Pihak penyelenggara menegaskan komitmen untuk menjaga kesinambungan layanan mata gratis di Banyuwangi.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan