Media Kampung – Jakarta – Istilah Revenge Bedtime Procrastination kini semakin dikenal sebagai kebiasaan menunda waktu tidur demi menikmati waktu pribadi setelah menjalani aktivitas padat. Fenomena ini banyak dialami pekerja dengan tekanan tinggi dan jam kerja panjang, namun remaja dengan jadwal sibuk juga rentan mengalaminya.
Kebiasaan ini sering dimulai dengan membuka media sosial sebelum tidur yang awalnya hanya beberapa menit, tetapi bisa berlanjut berjam-jam hingga mengurangi waktu istirahat. Akibatnya, tubuh menjadi kelelahan dan berbagai gangguan kesehatan mengintai.
Dampak Negatif Revenge Bedtime Procrastination
Kurang tidur akibat kebiasaan ini dapat memicu rasa lelah, kantuk berlebihan, sulit fokus, dan emosi yang lebih sensitif. Kemampuan berpikir dan mengambil keputusan pun terganggu, sehingga aktivitas keesokan hari terhambat.
Jika dibiarkan dalam jangka panjang, kurang tidur berkepanjangan meningkatkan risiko penyakit jantung, diabetes, obesitas, gangguan hormonal, hingga depresi. Oleh karena itu, penting untuk mengenali dan mengatasi kebiasaan ini sejak dini.
Cara Mengurangi Kebiasaan Menunda Tidur
Beberapa langkah sederhana dapat membantu mengurangi Revenge Bedtime Procrastination. Pertama, biasakan tidur dan bangun pada jam yang sama setiap hari, termasuk akhir pekan. Kedua, kurangi penggunaan ponsel atau perangkat elektronik setidaknya 30 menit hingga satu jam sebelum tidur.
Selain itu, lakukan relaksasi ringan seperti membaca buku, meditasi, atau peregangan agar tubuh lebih rileks. Hindari konsumsi makanan dan minuman berkafein pada sore atau malam hari. Ciptakan suasana kamar yang nyaman dengan pencahayaan redup, suhu ideal, atau aroma menenangkan untuk membantu istirahat.
Dengan menerapkan kebiasaan sehat ini, kualitas tidur dapat meningkat dan risiko gangguan kesehatan akibat kurang tidur pun dapat diminimalkan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan