Media Kampung – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Jember menggelar sosialisasi PHBS di Desa Sumber Jeruk, menerapkan 10 indikator hidup sehat untuk meningkatkan kesadaran warga.
Kegiatan berlangsung selama tiga hari, yakni 22 hingga 24 April 2026, dengan tujuan utama menumbuhkan kebiasaan bersih dan sehat di lingkungan pedesaan yang masih memiliki beberapa praktik berisiko.
Latar belakang program adalah rendahnya pemahaman sebagian penduduk tentang pentingnya perilaku hidup bersih, terlihat dari kebiasaan membuang sampah sembarangan, mandi di sungai, serta merokok di dalam rumah meski ada bayi.
Mahasiswa KKN melakukan pendekatan door to door, mengunjungi setiap rumah warga untuk memberikan edukasi langsung, sehingga pesan dapat diterima secara personal dan interaktif.
Sepuluh indikator PHBS yang disosialisasikan meliputi mencuci tangan pakai sabun, persalinan oleh tenaga kesehatan, pemberantasan jentik nyamuk, pemberian ASI eksklusif, tidak merokok di dalam rumah, penimbangan bayi bulanan, konsumsi sayur dan buah, penggunaan air bersih, penggunaan jamban sehat, serta kebiasaan berolahraga rutin.
Pada 22 April 2026, tim KKN menyampaikan materi umum tentang pentingnya konsumsi sayur dan buah serta rutin berolahraga, kemudian mengadakan demonstrasi cara mencuci tangan yang benar.
Hari berikutnya, 23 April 2026, mahasiswa melakukan penimbangan balita di Posyandu Teratai 4, sekaligus memberikan penyuluhan tentang ASI eksklusif, kunjungan kepada ibu hamil, dan bahaya merokok dalam ruangan.
Pada 24 April 2026, kerja bakti bersama PAUD Al Khairat dilaksanakan untuk membersihkan lingkungan sekolah, fokus pada pemberantasan jentik nyamuk dan penciptaan area bermain yang aman bagi anak-anak.
Respons masyarakat sangat positif; warga melaporkan perubahan sikap, mulai memisahkan sampah, menggunakan jamban yang lebih bersih, dan lebih memperhatikan kebersihan diri serta anak.
Seorang mahasiswa KKN menyatakan, “Kami berharap perubahan perilaku ini dapat berlanjut menjadi kebiasaan harian dan menurunkan risiko penyakit di Desa Sumber Jeruk.”
Program ini memperkuat komitmen Universitas Muhammadiyah Jember dalam pemberdayaan masyarakat, khususnya dalam bidang kesehatan lingkungan, dan diharapkan dapat menjadi model bagi desa lain.
Hingga akhir April 2026, kegiatan lanjutan masih direncanakan, termasuk monitoring bulanan dan pelatihan lanjutan bagi kader desa untuk memastikan keberlanjutan indikator PHBS.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan