Media Kampung – Universitas Diponegoro (UNDIP) menggagas kerja sama strategis dengan Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah guna memperkuat program kesehatan ibu dan anak serta posyandu melalui implementasi produk inovasi berdampak. Kolaborasi ini resmi ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pada peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-54 di Desa Nglangitan, Blora, pada 19 Mei 2026.

Penandatanganan MoU tersebut diwakili oleh Wakil Ketua Bidang Pengabdian LPPM UNDIP, Prof. dr. Achmad Zulfa Juniarto, dan Ketua TP PKK Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin. Hadir dalam acara tersebut Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen serta para pejabat dari pemerintah kabupaten dan perwakilan TP PKK dari seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah. UNDIP diwakili oleh Tim Direktorat Inovasi dan Kerja Sama sebagai inisiator kolaborasi ini.

Langkah awal kerja sama diwujudkan melalui penyerahan produk inovasi unggulan karya para inovator UNDIP oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan Pusat UNDIP, Dewi Widayani Suharnomo, kepada Ketua TP PKK dan Posyandu Jawa Tengah secara simbolis. Produk tersebut dirancang khusus untuk mendukung bidang kesehatan ibu dan anak, posyandu, serta pengembangan makanan pendamping ASI (MPASI).

Inovasi yang diperkenalkan meliputi alat ukur pencegahan stunting bernama Infantometer Acrylic, produk MPASI Nutri Sun D3 dan Fraut untuk ibu hamil dan balita, produk kebersihan Diposains Clean, serta sabun antibakteri berbahan bunga sepatu bernama Hibisc Handsoap. Semua produk ini memiliki manfaat nyata yang diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat sekaligus mendukung program Kencan Bumil yang digagas TP PKK Jawa Tengah.

Kerja sama ini mencakup berbagai aspek mulai dari peningkatan kualitas kesehatan dan pendidikan, pengentasan kemiskinan, penguatan ketahanan pangan, pemberdayaan ekonomi dan perempuan, hingga pelestarian lingkungan hidup. Tujuannya adalah memperkuat ketahanan keluarga yang inklusif dan religius di Jawa Tengah melalui sinergi antara UNDIP dan TP PKK.

Bupati Blora Arief Rohman dalam sambutannya menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam mendukung program nasional seperti ketahanan pangan dan penguatan literasi desa. Sementara itu, Ketua TP PKK Jawa Tengah Nawal Arafah Yasin menekankan sinergi yang konsisten antara pemerintah, PKK, Dharma Wanita Persatuan, dan perguruan tinggi untuk mengatasi tantangan kesehatan ibu dan anak di wilayah ini.

Melalui kemitraan ini, UNDIP berkomitmen menghadirkan inovasi yang berdampak guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat, memperkuat ketahanan pangan, serta mempercepat penanganan stunting dan kesehatan ibu serta anak di Jawa Tengah. Produk-produk inovasi yang telah dikembangkan akan diterapkan dalam berbagai kegiatan PKK dan Posyandu di seluruh provinsi, dengan rencana pengembangan kolaborasi ke provinsi lain dan program kesehatan masyarakat berikutnya.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.