Media Kampung – Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Jember (FK UNEJ) meluncurkan Program Kesehatan Petani di Jember untuk meningkatkan kesadaran dan layanan kesehatan bagi komunitas pertanian setempat.

Acara peluncuran berlangsung pada Jumat, 24 April 2026, melalui program “Jaga Malam” RRI Jember dan melibatkan anggota Center for Indonesian Medical Students’ Activities (CIMSA) serta Standing Committee on Human Rights and Peace (SCORP).

Program yang dinamakan Analgesic (Rising Health Awareness in Agricultural Society) bertujuan memperluas pengetahuan petani tentang faktor-faktor risiko kesehatan yang terkait dengan pekerjaan mereka.

“Risiko kesehatan petani tidak hanya berasal dari aktivitas fisik berat, tetapi juga dari paparan lingkungan kerja,” kata Bunga Cosita Imansari Seputro, anggota SCORP CIMSA UNEJ.

Selain itu, petani juga terancam oleh paparan sinar matahari berlebih, kualitas air dan tanah yang menurun, serta potensi kontaminasi logam berat.

Salah satu fokus utama Analgesic adalah edukasi tentang pH tanah, karena tanah yang terlalu asam memudahkan penyerapan logam berat oleh tanaman yang kemudian dapat masuk ke rantai makanan manusia.

Pentingnya aspek mental juga ditekankan, mengingat tekanan ekonomi akibat hasil panen yang tidak menentu dapat menimbulkan stres dan masalah psikologis pada petani.

Implementasi program dimulai di Desa Gumuksari, Kecamatan Kalisat, dengan tim CIMSA UNEJ melakukan kunjungan lapangan bersama International Association of Students in Agricultural and Related Sciences (IAAS) LC UNEJ.

Kegiatan meliputi pemeriksaan kesehatan dasar, penyuluhan hak atas kesehatan, dan lokakarya sederhana tentang cara mengukur pH tanah secara mandiri.

Pendekatan tersebut tidak hanya bersifat medis, melainkan mengintegrasikan perspektif pertanian agar lebih relevan dan dapat diterapkan langsung oleh petani.

Kerjasama dengan IAAS LC UNEJ memperkuat jaringan akademik dan menyediakan sumber daya tambahan untuk pelaksanaan intervensi di lapangan.

Selain program untuk petani, CIMSA UNEJ menyiapkan kampanye edukasi Penyakit Tidak Menular (PTM) yang akan digelar di Alun‑alun Jember sebagai bagian peringatan 25 tahun keberadaan CIMSA.

Kampanye tersebut akan menawarkan layanan edukasi kesehatan gratis bagi masyarakat umum, sekaligus menambah kesadaran tentang faktor risiko PTM.

Mahasiswa berharap Analgesic dapat meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan petani, memperkuat ketahanan pangan, dan mendorong kebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan kelompok rentan ini.

Saat ini, program terus berjalan dengan pemantauan rutin, dan tim CIMSA berkomitmen memperluas jangkauan ke desa‑desa pertanian lain di wilayah Jember.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.