Media Kampung – SIBAT PMI Kabupaten Jember melaksanakan program pelatihan Pertolongan Pertama Dasar secara door-to-door di tiga desa, menekankan pentingnya kesiapsiagaan medis masyarakat.
Kegiatan dimulai pada Minggu, 26 April 2024, dan mencakup Desa Puger Kulon serta Desa Puger Wetan di Kecamatan Puger, serta Desa Kepanjen di Kecamatan Gumukmas.
Tim relawan SIBAT melakukan kunjungan rumah, memberikan materi dasar pertolongan pertama, serta demonstrasi langkah-langkah penanganan luka ringan, pendarahan, dan tersedak.
‘Kami ingin setiap warga memiliki pengetahuan dasar. Setidaknya mereka tidak panik dan tahu tindakan apa yang harus diambil saat terjadi kecelakaan kecil atau kondisi darurat di rumah,’ ujar Mukhlas, Ketua SIBAT Desa Kepanjen.
Metode door-to-door dipilih karena dianggap lebih efektif dalam menyampaikan pesan secara personal, memungkinkan tanya-jawab langsung antara relawan dan warga.
Seluruh kegiatan mendapat dukungan penuh dari Pengurus PMI Kabupaten Jember, yang menilai program ini selaras dengan upaya meningkatkan ketahanan bencana di tingkat desa.
‘Relawan SIBAT adalah ujung tombak kami. Melalui edukasi Pertolongan Pertama Dasar ini, kita sedang membangun masyarakat yang tangguh dan mandiri dalam aspek kemanusiaan,’ kata Zainollah, Ketua PMI Jember.
Zainollah menekankan bahwa penguatan kapasitas di tingkat desa menjadi kunci utama dalam sistem ketahanan bencana serta kesehatan masyarakat.
Program pelatihan ini merupakan kelanjutan dari inisiatif sebelumnya, di mana anggota SIBAT telah mengikuti Program SCR yang diselenggarakan bersama Japanese Red Cross Society.
Melalui kerjasama tersebut, para relawan memperoleh sertifikasi dasar pertolongan pertama serta materi edukatif yang dapat disesuaikan dengan kondisi lokal.
Di setiap rumah, relawan membagikan booklet panduan, memperagakan teknik pernapasan, pembalutan luka, dan penggunaan perban sederhana.
Respon warga terlihat positif; banyak yang menyatakan rasa aman meningkat setelah memahami tindakan pertama yang harus diambil sebelum bantuan profesional tiba.
Selain meningkatkan pengetahuan, program ini juga membangun jaringan komunikasi antara PMI, SIBAT, dan tokoh masyarakat setempat.
Kepala desa di ketiga wilayah menegaskan komitmen untuk mengintegrasikan materi pelatihan ke dalam program pembinaan desa tahun berikutnya.
Dengan hasil evaluasi awal menunjukkan peningkatan kesiapsiagaan, SIBAT PMI Jember berencana memperluas jangkauan pelatihan ke lebih banyak desa pada akhir tahun 2024.
Sebagai bagian dari evaluasi, tim PMI melakukan survei singkat setelah pelatihan, yang menunjukkan 85% peserta merasa lebih percaya diri dalam menangani situasi darurat sederhana.
Keberhasilan program ini diharapkan menjadi model bagi kabupaten lain di Jawa Timur, memperkuat jaringan pertolongan pertama berbasis masyarakat secara nasional.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan