Media Kampung – Mahasiswa KKN RPL Unmuh Jember melaksanakan sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) melalui senam bersama dan aksi bersih lingkungan di Desa Patemon, Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember pada tanggal 25 April 2026. Kegiatan ini menargetkan anak‑anak usia dini, wali murid, serta pedagang sekitar sekolah untuk menumbuhkan kesadaran kebersihan dan kesehatan.

Bagi peserta usia dini, mahasiswa mengadakan sesi interaktif yang mencakup bernyanyi, senam, tanya jawab, dan demonstrasi cara menjaga kebersihan diri, termasuk pentingnya menyikat gigi secara rutin. Antusiasme tinggi terlihat dari partisipasi aktif anak‑anak yang meniru gerakan senam dan menyanyikan lagu kebersihan dengan semangat.

Wali murid diajak melakukan senam bersama sebagai pemicu kesadaran akan pentingnya aktivitas fisik, kemudian diberikan penyuluhan tentang penerapan PHBS di rumah, seperti mencuci tangan dengan sabun dan menyiapkan makanan higienis. Diskusi kelompok memberikan ruang bagi mereka mengemukakan kendala dan berbagi pengalaman dalam menerapkan kebiasaan bersih di lingkungan keluarga.

Pedagang di sekitar sekolah menerima materi tentang kebersihan dalam proses pengolahan dan penyajian makanan, termasuk penggunaan peralatan yang bersih serta menjaga kebersihan area berjualan. Mahasiswa menekankan bahwa standar kebersihan tidak hanya melindungi konsumen, tetapi juga meningkatkan kepercayaan pelanggan terhadap usaha mereka.

“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi contoh bagi generasi muda dan masyarakat luas untuk mengadopsi gaya hidup sehat,” ujar Rani Pratama, mahasiswa KKN RPL Unmuh Jember. Rani menambahkan bahwa pendekatan edukatif melalui permainan dan senam terbukti efektif menumbuhkan pemahaman tentang PHBS.

Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) merupakan inisiatif Universitas Muhammadiyah Jember yang mengintegrasikan pembelajaran akademik dengan pengabdian masyarakat, khususnya di bidang kesehatan dan lingkungan. Selama periode empat minggu, tim KKN RPL menargetkan tiga desa di Kabupaten Jember untuk melaksanakan serangkaian kegiatan edukatif yang selaras dengan agenda nasional peningkatan PHBS.

Hasil evaluasi awal menunjukkan peningkatan pengetahuan tentang prosedur cuci tangan dan kebersihan makanan di antara 85 % peserta, serta perubahan perilaku positif pada 70 % anak‑anak yang mengikuti senam. Selain itu, para pedagang melaporkan penurunan kasus makanan tidak layak konsumsi setelah mengimplementasikan rekomendasi kebersihan.

Pada akhir kegiatan, mahasiswa membagikan paket makanan bergizi kepada peserta sebagai contoh praktik konsumsi sehat, dan menegaskan komitmen melanjutkan pemantauan PHBS di Desa Patemon selama semester berikutnya. Dukungan berkelanjutan dari pihak sekolah dan pemerintah desa diharapkan menjadikan program ini contoh model pemberdayaan kesehatan masyarakat di wilayah Jawa Timur.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.