Media Kampung – Dana Moneter Internasional (IMF) mencapai kesepakatan awal dengan Mesir untuk mencairkan dana pinjaman lebih dari USD 1,6 miliar atau sekitar Rp 28,64 triliun. Kesepakatan di tingkat staf ini akan memberikan sekitar USD 1,5 miliar melalui skema Extended Fund Facility (EFF) dan USD 136 juta melalui Resilience and Sustainability Facility (RSF). Total dana yang telah disalurkan dalam kedua fasilitas tersebut akan mencapai sekitar USD 7,2 miliar jika pencairan ini dirampungkan.
Kesepakatan ini merupakan hasil peninjauan ketujuh program EFF, yang juga merupakan evaluasi kedua terakhir. Mesir dinilai telah menunjukkan kemajuan dalam memenuhi komitmen untuk melepas kepemilikan aset negara, termasuk dua transaksi penjualan aset terbaru. Transaksi pertama berupa pelepasan sebagian kepemilikan jaringan stasiun pengisian bahan bakar milik perusahaan yang berafiliasi dengan militer. Transaksi kedua terkait pemberian hak pengelolaan dan perluasan pembangkit listrik tenaga angin di pesisir Laut Merah.
Sebelum dana dapat dicairkan, kesepakatan ini masih harus mendapatkan persetujuan dari Dewan Eksekutif IMF. Mesir sebelumnya telah meningkatkan nilai program pinjaman dari IMF menjadi USD 8 miliar pada awal 2024 sebagai respons terhadap dampak perang di Gaza yang memperburuk krisis ekonomi.
Keberhasilan peninjauan ini menjadi perhatian utama investor asing yang telah menanamkan miliaran dolar di pasar surat utang domestik Mesir. Selain penjualan aset, IMF juga memberikan apresiasi terhadap reformasi yang dilakukan Mesir, termasuk perubahan aturan pajak pertambahan nilai (PPN) yang diperkirakan meningkatkan penerimaan negara, penerbitan dokumen kebijakan kepemilikan negara untuk empat tahun ke depan, serta penerapan rezim nilai tukar yang lebih fleksibel. Nilai tukar pound Mesir sempat merosot ke level terendah sepanjang sejarah akibat arus keluar investasi portofolio, namun berangsur pulih seiring meredanya ketegangan geopolitik.
Artikel ini telah ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Media Kampung.





Tinggalkan Balasan