Media Kampung – Laga pertama Grup G Piala Dunia 2026 antara Belgia dan Mesir berakhir imbang 1-1 di Stadion Seattle, Amerika Serikat, Selasa (16/6/2026) dini hari WIB. Emam Ashour, debutan asal Mesir, menjadi Man of the Match setelah mencetak gol spektakuler pada menit ke-19.

Mesir unggul lebih dulu melalui skema serangan balik. Emam Ashour melepaskan tendangan roket yang tak mampu dihalau kiper Belgia. Gol tersebut merupakan gol internasional pertamanya di ajang Piala Dunia.

Belgia yang mendominasi penguasaan bola akhirnya menyamakan kedudukan pada menit ke-66. Sayang, gol penyama datang dari bunuh diri bek Mesir, Mohamed Hany, setelah gagal mengantisipasi umpan silang Kevin De Bruyne.

Hasil ini membuat Mesir memperpanjang catatan buruk di Piala Dunia. Dalam delapan pertandingan yang sudah dilakoni sepanjang sejarah partisipasi (1934, 1990, 2018, dan 2026), Mesir belum pernah meraih kemenangan. Rekor mereka kini dua imbang dan enam kalah.

Pelatih Mesir, Hossam Hassan, memberikan kepercayaan kepada Emam Ashour untuk tampil selama 71 menit sebelum digantikan Rami Rabia. Ashour tidak hanya mencetak gol, tetapi juga berkontribusi di lini tengah dengan tiga aksi bertahan, satu tekel, satu sapuan, dan satu intersep. Ia memenangi lima dari delapan duel, termasuk dua duel udara.

Penampilan impresif Ashour membuatnya dinobatkan sebagai Man of the Match oleh FIFA. Dalam rilis resmi, FIFA menyebut Ashour layak mendapat penghargaan berkat kontribusi menyeluruhnya, bukan hanya gol semata. Data dari Fotmob mencatat nilai tertinggi untuk Ashour, yaitu 7,9.

Dengan hasil ini, Belgia dan Mesir sama-sama mengoleksi satu poin. Belgia memuncaki klasemen Grup G berkat agresivitas, disusul Mesir di posisi kedua. Selanjutnya, Mesir akan menghadapi Selandia Baru dan Iran. Melihat performa Ashour, besar kemungkinan ia kembali menjadi andalan Hassan di laga-laga berikutnya.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.