Media KampungPaus Leo XIV menjadi paus pertama dalam sejarah yang menyampaikan pidato di hadapan Parlemen Spanyol. Kunjungan apostoliknya ke Spanyol pada 6-12 Juni 2026 dimanfaatkan untuk menyerukan perlindungan martabat manusia sejak pembuahan hingga akhir hayat.

Dalam pidatonya di Palacio de las Cortes, Madrid, pada 8 Juni 2026, Paus Leo XIV mendesak para politisi Spanyol untuk membela kehidupan dan hak asasi manusia. Ia mengingatkan bahwa pemerintah memiliki tanggung jawab moral untuk melindungi warga negara yang paling rentan.

Pidato di hadapan parlemen merupakan kehormatan langka yang hanya diberikan kepada pemimpin negara atau tokoh global terkemuka. Dalam sejarah modern, hanya segelintir paus yang diundang berbicara di lembaga legislatif suatu negara.

Langkah Paus Leo XIV mengikuti jejak pendahulunya, termasuk St. Paulus VI yang menjadi paus pertama berpidato di Majelis Umum PBB pada 1965. Saat itu, Paulus VI menyerukan perdamaian di tengah Perang Vietnam dan konflik India-Pakistan dengan pernyataan ikonik: “Never again war.”

Selain isu pro-life, Paus Leo XIV juga menyinggung soal ekonomi dan migrasi. Ia mendorong kebijakan yang berpihak pada kaum miskin dan pengungsi, sejalan dengan ajaran sosial Gereja Katolik.

Kunjungan ini menjadi momen bersejarah bagi hubungan Vatikan-Spanyol, sekaligus menegaskan peran paus sebagai suara moral dalam percaturan politik global.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.