Media Kampung – India telah resmi menyelesaikan Surat Permintaan (Letter of Request/LoR) untuk pengadaan 114 jet tempur Rafale dari Perancis. LoR tersebut diperkirakan akan dikirimkan ke pihak Perancis dalam beberapa pekan ke depan sebagai tahap awal proses pembelian.

Dari total 114 unit jet Rafale yang dipesan, sekitar 90 unit akan diproduksi di dalam negeri melalui kerja sama antara Dassault Aviation, produsen asal Perancis, dan perusahaan India. Sisa pesawat akan tiba dalam kondisi siap terbang.

Nilai kontrak pengadaan ini mencapai 39 miliar dolar AS atau sekitar Rp 696 triliun. Proses ini dimulai setelah Dewan Akuisisi Pertahanan (DAC) India memberikan persetujuan, dilanjutkan dengan pengiriman LoR yang menjadi dasar negosiasi lebih lanjut antara kedua pemerintah.

Setelah Perancis merespons dengan rincian harga, ketersediaan, dan dukungan logistik, India akan memformalkan Permintaan Proposal (Request for Proposal/RFP) untuk melanjutkan proses akuisisi. Kontrak akhir membutuhkan persetujuan dari Komite Kabinet Keamanan (CCS) sebelum penandatanganan resmi.

Kepala Staf Angkatan Udara India, Marsekal AP Singh, dijadwalkan mengunjungi Perancis pada awal bulan depan sebagai bagian dari persiapan sebelum kunjungan Perdana Menteri Narendra Modi pada akhir Juni 2026. Saat ini, Angkatan Udara India telah mengoperasikan 36 unit Rafale, sementara Angkatan Laut India berencana menambah 26 pesawat Rafale M untuk operasi kapal induk dalam beberapa tahun mendatang.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.