Media KampungAndre Prasetyo Nugroho, seorang relawan kemanusiaan asal Indonesia yang ikut dalam Global Sumud Flotilla, kembali menegaskan agar perhatian publik tidak terfokus pada dirinya dan rekan-rekannya, melainkan pada penderitaan yang dialami warga sipil di Gaza, Palestina. Pernyataan ini disampaikannya usai tiba kembali di Indonesia bersama delapan relawan lain di Bandara Soekarno-Hatta pada Minggu, 24 Mei 2026.

Andre dan rombongan sempat ditahan oleh militer Israel selama empat hari ketika membawa bantuan kemanusiaan menuju Gaza. Meski mengalami penyiksaan selama penahanan, Andre menilai pengalaman itu jauh lebih ringan dibandingkan penderitaan yang dialami oleh rakyat Palestina yang tinggal di wilayah konflik tersebut setiap harinya.

Dia mengingatkan bahwa ribuan perempuan dan anak-anak Palestina terus menjadi korban kekerasan dan menghadapi risiko kematian akibat serangan yang terus berlangsung. Andre menyampaikan bahwa lebih dari sembilan ribu warga sipil, khususnya perempuan dan anak-anak, mengalami perlakuan kejam yang serupa dengan yang dialaminya dalam penahanan, tetapi mereka harus menghadapinya setiap hari bahkan sampai kehilangan nyawa.

Andre juga menyatakan keheranannya atas dukungan yang masih diberikan sebagian pihak terhadap tindakan Israel di tengah krisis kemanusiaan yang terjadi di Gaza. Menurutnya, situasi tersebut seharusnya menjadi momentum bagi masyarakat internasional untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap penderitaan warga sipil di Palestina.

Penangkapan para relawan kemanusiaan, menurut Andre, tidak akan menghalangi semangat solidaritas internasional untuk terus mendukung dan membela masyarakat Palestina. Ia menegaskan bahwa gerakan bantuan kemanusiaan akan terus berlanjut, bahkan dengan rencana dilaksanakannya Global Sumud Flotilla berikutnya yang akan mencoba menembus blokade di Gaza.

Selama perjalanan menuju Gaza, solidaritas antaraktivis dan relawan internasional menjadi kekuatan utama yang membuat mereka tetap teguh dalam misi kemanusiaan tersebut meskipun menghadapi ancaman besar. Kebersamaan ini memperkuat keyakinan mereka untuk terus memberikan bantuan kepada masyarakat Palestina.

Kedatangan Andre dan rekan-rekannya ke Indonesia menjadi momen penting untuk mengingatkan dunia bahwa fokus perhatian dan dukungan harus diarahkan kepada rakyat Gaza yang tengah menghadapi penderitaan berat, bukan hanya pada pengalaman para relawan. Situasi kemanusiaan di Palestina terus menjadi isu yang membutuhkan kepedulian global yang lebih besar.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.