Media Kampung – Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) menggelar ASEAN For The Peoples Week 2026 di Cebu, Filipina, bertepatan dengan penyelenggaraan KTT ke-48 ASEAN pada 5-8 Mei 2026. Kegiatan ini menekankan pentingnya membangun komunitas ASEAN yang inklusif, tangguh, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat luas di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks.
Forum ini merupakan kelanjutan dari ASEAN For The Peoples Conference (AFPC) 2025 dan dirancang untuk menjembatani keterlibatan berbagai pihak seperti pemerintah, masyarakat sipil, pelaku usaha, akademisi, media, serta generasi muda dalam berbagai agenda pembangunan komunitas ASEAN. Selama empat hari, kegiatan yang diadakan meliputi ASEAN Journalist and Digital Storyteller Fellowship, dialog kebijakan Track 1.5 terkait pembangunan komunitas ASEAN, serta forum keterlibatan publik berupa pemutaran film, talk show, Southeast Asia Lecture Hall, dan ASEAN Community Town Hall.
Dino Patti Djalal, pendiri dan Ketua FPCI, menyatakan bahwa visi ASEAN selama ini adalah membangun komunitas yang berpusat pada rakyat, bukan semata-mata kebijakan pemerintah. Ia menegaskan, “Komunitas ASEAN digerakkan dan dibentuk tidak hanya oleh kebijakan pemerintah, tetapi juga oleh masyarakat di kawasan ini.” Pernyataan ini menegaskan pentingnya peran masyarakat dalam proses pembangunan ASEAN yang lebih inklusif.
Menteri Luar Negeri Filipina, Theresa Lazaro, menyambut baik inisiatif ini dan mengaitkannya dengan prioritas keketuaan Filipina di ASEAN, yakni pemberdayaan masyarakat dan penguatan identitas bersama di kawasan. Theresa menyampaikan harapannya agar forum ini dapat mendorong inklusi sosial serta memupuk rasa kebersamaan di antara negara-negara anggota ASEAN.
Selain itu, Nelson Santos, Penasihat Senior Republik Timor-Leste untuk Hubungan Internasional, menilai ASEAN tetap menjadi forum vital dalam menghadapi tantangan global dan menurunnya efektivitas lembaga internasional. Ia menyoroti kemampuan para pemimpin ASEAN untuk terus berdialog dan mencari solusi bersama meskipun situasi dunia sedang tidak menentu.
Robert Matheus Michael Tene, mantan Wakil Sekretaris Jenderal Komunitas Politik-Keamanan ASEAN periode 2021-2024, menambahkan bahwa penguatan persatuan dan konsensus di tingkat kawasan sangat penting untuk mempertajam posisi tawar ASEAN dalam menghadapi rivalitas negara besar dan tekanan geopolitik global.
Forum ini juga menghasilkan sejumlah rekomendasi kebijakan yang akan dirangkum dalam sebuah policy brief sebagai bahan diskusi menuju KTT ASEAN ke-49 yang akan diselenggarakan di Manila. Lebih dari 25 pembicara dari negara-negara anggota ASEAN dan mitra regional turut berpartisipasi dalam ASEAN For The Peoples Week 2026, memperkaya diskusi dengan berbagai perspektif dari kawasan.
Dengan demikian, ASEAN For The Peoples Week 2026 di Cebu menjadi momen penting untuk menguatkan peran masyarakat dalam proses pembangunan ASEAN yang lebih inklusif dan responsif terhadap kebutuhan rakyat di tengah tantangan global saat ini.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan