Media Kampung – Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia menyatakan keprihatinan mendalam atas serangan drone yang menargetkan fasilitas kilang minyak di Uni Emirat Arab, khususnya zona industri Fujairah, pada tanggal 14 Maret 2026. Serangan itu dianggap dapat memicu eskalasi konflik di kawasan Teluk.

Insiden tersebut terjadi setelah serangkaian serangan rudal dan drone yang diluncurkan dari Iran pada awal bulan Mei, dengan salah satu serangan paling signifikan menghantam Pelabuhan Fujairah pada 4 Mei 2026, pusat ekspor minyak strategis kawasan.

Dalam serangan drone di pelabuhan, tiga warga negara India dilaporkan mengalami luka‑luka ringan, sementara tidak ada korban jiwa yang dilaporkan. Insiden tersebut menambah ketegangan keamanan bagi tenaga kerja asing yang bekerja di zona industri.

Kementerian Luar Negeri menuliskan pada Rabu, 6 Mei, \”Serangan tersebut berisiko meningkatkan ketegangan, melanggar kesepakatan gencatan senjata, dan mengganggu rantai pasok dan keamanan energi global, yang dampaknya dapat meluas hingga ke negara‑negara di luar kawasan.\”

Indonesia menilai bahwa gangguan pada kilang minyak dan pelabuhan utama di UEA dapat menurunkan pasokan minyak mentah internasional, berpotensi menaikkan harga energi dan mempengaruhi stabilitas ekonomi negara‑negara importir energi di seluruh dunia.

Pernyataan tersebut juga menegaskan bahwa serangan melanggar perjanjian gencatan senjata yang telah disepakati antara pihak‑pihak yang berkonflik di wilayah tersebut, sehingga meningkatkan risiko konflik bersenjata yang lebih luas.

Pemerintah Indonesia menyerukan semua pihak untuk menahan diri, menghormati sepenuhnya kesepakatan gencatan senjata, serta menghindari tindakan yang dapat memperburuk situasi. Seruan tersebut diarahkan kepada negara‑negara terlibat serta kelompok militan yang beroperasi di wilayah itu.

Selain itu, Indonesia menekankan pentingnya mematuhi hukum internasional, termasuk perlindungan terhadap infrastruktur sipil dan fasilitas energi kritis, sebagai bagian dari upaya menjaga perdamaian dan keamanan regional.

Kemnlu menegaskan kesiapan Indonesia untuk mendukung segala inisiatif de‑eskalasi melalui dialog konstruktif, baik di tingkat bilateral maupun multilateral, dengan tujuan menciptakan stabilitas berkelanjutan di kawasan Teluk.

Kementerian Luar Negeri juga mengimbau Warga Negara Indonesia yang berada di Uni Emirat Arab untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, dan mematuhi arahan pemerintah setempat serta perwakilan RI di UEA.

Situasi di Fujairah terus dipantau oleh tim diplomatik Indonesia, sementara pihak berwenang UEA melaporkan bahwa sistem pertahanan kini berada dalam status siaga tinggi untuk mencegah serangan selanjutnya.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.