Media Kampung – Produk bumbu acar manisan buah yang dikenal dengan nama Bum’car berhasil menarik minat konsumen lokal di Tarakan, Kalimantan Utara, sejak diluncurkan pada masa pandemi Covid-19. Inovasi ini hadir sebagai respons kreatif terhadap tantangan ekonomi yang dihadapi pelaku usaha kecil saat itu.
Rika Pratiwi, pengusaha perempuan asal Tarakan, mengembangkan bumbu unik ini pada saat masyarakat mulai meningkatkan konsumsi buah sebagai upaya menjaga kesehatan selama pandemi. Ia berupaya menciptakan bumbu dengan daya tahan lama yang dapat digunakan bersama buah-buahan agar lebih menarik untuk disantap.
Bahan utama bumbu tersebut berasal dari nanas lokal yang melimpah di Tarakan. Nanas ini diolah menjadi selai yang menjadi dasar pembuatan bumbu acar manisan yang memiliki tekstur cair kental dengan rasa asam, manis, dan pedas. Keistimewaan produk ini terletak pada adanya serat-serat buah nanas asli yang masih tampak dalam bumbu tersebut.
Pasar utama produk Bum’car terdiri dari ibu-ibu rumah tangga dan kalangan remaja, serta para pelaku UMKM penjual buah potong. Banyak penjual buah di Tarakan yang menggunakan bumbu ini sebagai pelengkap produk mereka, bahkan meminta kemasan botol kecil agar mudah disandingkan dengan buah potong yang dijual.
Hingga kini, Bum’car berhasil mempertahankan posisinya di pasar kuliner lokal meski persaingan cukup ketat. Rika mengungkapkan bahwa stabilitas penjualan produk didukung oleh jaringan mitra yang setia serta resep asli turun-temurun yang menjadi keunggulan tersendiri.
Wilayah pemasaran Bum’car masih berfokus di Kalimantan Utara dengan Kabupaten Bulungan sebagai daerah dengan penjualan tertinggi. Rika juga aktif memperluas pasar melalui partisipasi dalam bazar dan pameran kuliner di luar daerah, termasuk rencana mengikuti pameran di Jakarta pada Juli mendatang.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan