Media Kampung – Dua mahasiswa dari Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara Institut Teknologi Bandung (ITB) berhasil meraih prestasi internasional dengan inovasi pengendalian drone menggunakan sarung tangan. Pada ajang Singapore Amazing Flying Machine Competition (SAFMC) 2026 di Singapura, mereka memperoleh penghargaan Best International Team dan medali emas.

Tim BUCINPRO yang terdiri dari Jeffrey Sirait dan Manggora Zerah Kristina Simanjuntak tampil di kategori Man-Machine tanpa dukungan dana eksternal maupun arahan dosen pembimbing. Inovasi mereka bertumpu pada pengembangan sarung tangan dengan sensor IMU yang mampu mendeteksi gerakan tangan untuk mengendalikan drone secara langsung.

Sarung tangan tersebut mengandung mikrokontroler yang memproses data gerakan serta input dari tombol pendukung layaknya remote konvensional. Data ini kemudian dikirimkan melalui transmitter yang terpasang pada sarung tangan untuk berkomunikasi dengan drone. Sistem ini menjadi solusi sederhana dan praktis di tengah kompetitor lain yang menggunakan beragam remote dan tim dengan anggota hingga lima orang.

Jeffrey menjelaskan bahwa tangan adalah bagian tubuh yang paling sering digunakan, sehingga adaptasi terhadap alat pengendali baru tersebut lebih mudah dilakukan. Mereka memulai persiapan sejak Desember 2025, dengan Jeffrey merancang sistem dari Tokyo saat menjalani program pertukaran pelajar internasional dan Manggora bertanggung jawab pada proses perakitan di Bandung. Pada Februari 2026, sistem sudah siap dan andal untuk diuji coba di kompetisi.

Pengalaman Jeffrey sebelumnya dalam SAFMC selama dua tahun berturut-turut dengan tim lain membantunya memahami tren dan dinamika kompetisi. Meski hanya berdua, mereka yakin mampu bersaing dengan tim lain yang lebih besar. Manggora mengungkapkan motivasi mereka adalah mencoba terlebih dahulu tanpa terbebani hasil akhir.

Kemenangan diraih berkat sistem yang berjalan optimal dan keberuntungan salah satu tim unggulan mengalami diskualifikasi karena masalah teknis. Mereka memandang medali yang didapat sebagai bonus dari kerja keras dan inovasi yang telah dikembangkan.

Tim BUCINPRO menilai potensi mahasiswa Indonesia di kancah internasional sangat besar. Kunci keberhasilan adalah keberanian mencoba dan kemampuan berkolaborasi dalam mewujudkan ide kreatif. Jeffrey menegaskan pentingnya menguji ide walaupun terlihat aneh sekalipun agar bisa mendapatkan pengalaman dan kepuasan pribadi.

Prestasi ini menunjukkan bahwa inovasi teknologi berbasis wearable device untuk kendali drone dapat menjadi alternatif menarik dan efisien. Ke depan, pengembangan lebih lanjut dari teknologi ini berpotensi membuka peluang baru dalam pengoperasian drone di berbagai bidang.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.