Media Kampung – Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Southwest Jiaotong University (SWJTU) secara resmi meresmikan Tianyou–Djuanda Excellent Engineers College pada Jumat, 15 Mei 2026, di Chengdu, Tiongkok. Langkah ini merupakan hasil kerja sama strategis yang ditandatangani langsung oleh Rektor ITB, Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T., bersama President SWJTU, Prof. Dr. Yan Xuedong.

Peresmian ini menandai pembentukan lembaga pendidikan baru yang bertujuan memperkuat kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, serta pengembangan sumber daya manusia khususnya di sektor rekayasa transportasi dan perkeretaapian. Nama Tianyou–Djuanda diambil dari dua tokoh terkemuka di bidang teknik dan transportasi, yakni Zhan Tianyou yang dikenal sebagai pelopor jalur kereta api modern pertama di Tiongkok, dan Ir. Djuanda Kartawidjaja, alumnus ITB yang berperan penting dalam pengelolaan kereta api di Indonesia pada masa awal kemerdekaan.

Kerja sama antara ITB dan SWJTU ini bukan hal baru, melainkan kelanjutan dari hubungan akademik yang telah terjalin melalui berbagai program bersama seperti China–Indonesia Joint Meeting on Science and Technology, pertukaran mahasiswa, riset kolaboratif, serta kunjungan akademik kedua institusi yang dilakukan di Bandung dan Chengdu pada tahun sebelumnya.

Tianyou–Djuanda Excellent Engineers College diharapkan menjadi wadah pengembangan insinyur masa depan yang memiliki kemampuan global dan inovatif dalam menghadapi tantangan pembangunan transportasi yang berkelanjutan. SWJTU sebagai salah satu universitas terkemuka di Tiongkok dalam bidang perkeretaapian memiliki sejarah panjang dalam pengembangan teknologi transportasi modern, sehingga kolaborasi ini membuka peluang besar bagi pengembangan teknologi dan sumber daya manusia di Indonesia.

Dengan adanya kerja sama ini, ITB memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi unggulan yang berorientasi pada inovasi dan pengaruh global. Selain itu, inisiatif ini juga bertujuan meningkatkan kontribusi Indonesia dalam pengembangan ekosistem transportasi dan infrastruktur di tingkat dunia.

Penandatanganan kerja sama ini menjadi tonggak penting yang menandai semakin eratnya hubungan akademik dan teknologi antara Indonesia dan Tiongkok di bidang rekayasa transportasi. Ke depan, kolaborasi ini diharapkan dapat menghasilkan talenta insinyur yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan pembangunan infrastruktur masa depan yang berkelanjutan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.