Media Kampung – Dua perempuan Kartini Pesisir di Kabupaten Rembang berhasil meluncurkan inovasi olahan ikan bernilai jual tinggi, yang kini menjadi motor penggerak ekonomi lokal dan membuka peluang pasar yang lebih luas.
Nama mereka, Siti Nurul Aini dan Dewi Lestari, merupakan wirausaha muda yang sebelumnya berprofesi sebagai nelayan tradisional dan mengelola usaha rumahan berbasis hasil tangkapan laut.
Mereka mengolah ikan tongkol dan bandeng menjadi produk premium seperti ikan kering bumbu rempah, fillet beku siap masak, serta snack protein berbasis serat laut yang memiliki umur simpan lebih lama.
Dalam enam bulan pertama, kapasitas produksi mencapai 1.200 kilogram produk per bulan, dengan nilai penjualan mencapai Rp 350 juta, menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dibandingkan usaha sebelumnya.
Pemasaran produk dilakukan melalui jaringan distributor di Surabaya, Semarang, dan bahkan hingga pasar ekspor di Malaysia, sehingga menciptakan alur distribusi yang efisien dan meningkatkan pendapatan petani ikan setempat.
Inovasi tersebut telah menciptakan lapangan kerja bagi 45 warga Rembang, terutama perempuan, yang terlibat dalam proses pengolahan, pengemasan, dan pemasaran, serta meningkatkan kesejahteraan keluarga di daerah pesisir.
Pemerintah Kabupaten Rembang memberikan bantuan teknis, pelatihan kualitas pangan, serta akses permodalan melalui program UMKM, yang memperkuat fondasi usaha kedua Kartini Pesisir.
“Produk kami bukan sekadar olahan, melainkan hasil kolaborasi pengetahuan tradisional dan teknologi modern yang meningkatkan nilai jual ikan lokal,” ujar Siti Nurul Aini dalam sebuah wawancara.
Hambatan awal meliputi keterbatasan fasilitas pengeringan dan standar sertifikasi, namun keduanya berhasil mengatasi dengan mengadopsi mesin pengering tenaga surya dan memperoleh sertifikasi halal serta BPOM.
Rencana ke depan mencakup ekspansi produksi hingga 2.500 kilogram per bulan, penambahan varian produk baru, serta penerapan sistem traceability berbasis blockchain untuk menjamin kualitas dan keamanan konsumen.
Secara regional, sektor perikanan Rembang menyumbang lebih dari 30% pendapatan daerah, sehingga inovasi olahan ikan bernilai jual tinggi berpotensi mengoptimalkan sumber daya alam dan meningkatkan daya saing produk lokal di pasar nasional.
Hingga kini, kedua wirausaha terus meningkatkan kapasitas produksi, memperluas jaringan pemasaran, dan berkomitmen menjaga keberlanjutan sumber daya ikan melalui praktek penangkapan yang ramah lingkungan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan